Vitamin D Mencegah Tubuh Terinfeksi Virus Corona, Benarkah?

Kompas.com - 16/04/2020, 19:56 WIB
Ilustrasi vitamin D shutterstockIlustrasi vitamin D

KOMPAS.com - Sistem kekebalan tubuh adalah garis pertahanan pertama tubuh terhadap patogen atau mikroorganisme penyebab penyakit.

Di masa sekarang ini ketika semua orang tidak aman dari cengkeraman virus corona, kekebalan tubuh yang kuat dan kebersihan yang baik adalah “senjata” ampuh yang dapat membuat kita terhindar dari virus.

Untuk meningkatkan kekebalan tubuh, vitamin D memiliki peranan penting. Vitamin yang larut dalam lemak tampaknya membantu memfasilitasi berfungsinya sistem kekebalan tubuh. Ini membantu mengaktifkan respon imun yang dibutuhkan setiap kali patogen menembus tubuh.

Baca juga: Lihatlah, Pekerja Kesehatan yang Perangi Covid-19 Juga Perlu Nutrisi

Selain itu, vitamin D juga memiliki sifat anti-inflamasi dan imunoregulasi yang juga berperan ketika sistem kekebalan melawan bakteri, virus, dan organisme atau zat penyebab penyakit lainnya.

Selama musim dingin dan flu, vitamin D diyakini dapat membantu sistem kekebalan tubuh tetap seimbang, sehingga penyakit dapat dicegah. Pasalnya, ketika aktivitas sistem kekebalan tubuh menurun dan keseimbangan tidak dijaga, infeksi terjadi.

Menurut Pharmacy Times, rendahnya tingkat vitamin D dalam tubuh telah dikaitkan dengan risiko penyakit autoimun yang lebih besar.

Seseorang yang kekurangan vitamin D berisiko mendapatkan infeksi yang lebih sering selama musim ini. Sama seperti influenza, Covid-19 diprediksi akan menjadi penyakit musiman.

Baca juga: Kesaksian Mereka soal Seberapa Parah Covid-19 di Minggu Kedua...

Para ilmuwan memperkirakan virus corona yang mulai menyebar pada akhir 2019 akan mereda di musim panas ketika cuaca sejuk dan kering. Karena itulah, mereka mengantisipasi wabah virus corona menjadi masalah musiman.

Masalahnya sekarang adalah, kenyataan bahwa masih belum ada obat dan vaksin untuk Covid-19 yang mematikan.

Sehingga begitu banyak orang beralih ke vitamin dan nutrisi makanan untuk membantu melawan penyakit. Dan tampaknya, suplemen vitamin D adalah ide yang bagus untuk menurunkan risiko tertular virus corona ini.

Dilansir dari Healthline, banyak penelitian yang diterbitkan menunjukkan vitamin D sebagai pendorong fungsi sistem kekebalan tubuh.

Ada juga laporan penelitian yang menunjukkan, hubungan langsung antara kadar vitamin D yang rendah dan risiko lebih tinggi mengalami penyakit pernapasan seperti asma, TBC, dan penyakit paru obstruktif kronis.

Selain itu, ada penelitian yang menunjukkan bagaimana kekurangan vitamin D dapat meningkatkan risiko penyakit pernapasan.

Jadi, meski saat ini masih belum ada bukti kuat bahwa suplemen vitamin D dapat membantu melindungi tubuh dari virus corona, ada cukup bukti ilmiah untuk menunjukkan bahwa kadar vitamin D yang rendah dalam tubuh dapat membuat tubuh lebih rentan terhadap infeksi dan penyakit pernapasan, seperti Covid-19.

Baca juga: Di Tengah Pandemi Corona, Keluarga Asal Inggris Kabur ke Bali



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X