Kompas.com - 17/04/2020, 08:37 WIB
Seorang pengunjung yang datang sore hari ke Monas untuk menikmati fasilitas lapangan basket gratis, Jakarta, Rabu (29/1/2020). kompas.com / Nabilla RamadhianSeorang pengunjung yang datang sore hari ke Monas untuk menikmati fasilitas lapangan basket gratis, Jakarta, Rabu (29/1/2020).

KOMPAS.com - Kebiasaan baik yang dilakukan sejak dini biasanya akan bertahan seumur hidup, termasuk dengan olahraga sejak muda. Itu sebabnya orangtua perlu mendorong dan memberi contoh anak-anaknya kebiasaan berolahraga rutin.

Peneliti menemukan, mereka yang konsisten berolahraga saat remaja memperoleh hasil lebih baik pada tes kekuatan, daya tahan, dan fungsi, dibandingkan mereka yang kurang berolahraga di masa remaja.

Hasil studi tersebut dipresentasikan pada pertemuan tahunan Association of Academic Physiatrists di Orlando, Florida, AS. Tim peneliti mempelajari kebiasaan olahraga dari 413 orang berusia 25 - 65 tahun di Taiwan.

Peserta membagikan rincian tentang kebiasaan olahraga mereka saat remaja dan dewasa, termasuk informasi tentang intensitas latihan, frekuensi, jenis latihan, dan jumlah total latihan.

Selain itu, para peserta juga diuji fungsi jantung, kekuatan otot, dan daya tahan otot dengan tes jalan kaki enam menit dan dua sesi sit-up singkat.

Baca juga: Remaja Putri Jangan Sampai Kekurangan Zat Besi

Cordelia Carter, MD, spesialis bedah ortopedi olahraga di NYU Langone Health, New York, mengatakan, hasil ini tidak mengejutkan. Sebab, penelitian sebelumnya menunjukkan kaitan antara olahraga saat remaja dan manfaatnya di kemudian hari.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Fakta ini penting untuk melihat pentingnya aktivitas fisik pada usia berapa pun.

"Untuk anak-anak, olahraga sangat membantu kesehatan tulang mereka, karena kita membangun tulang dengan memuatnya, dan itu terjadi dengan latihan ketahanan," kata Carter.

"Aktivitas fisik juga membantu kesehatan kardiovaskular, dan untuk anak-anak yang kurang aktif. Sayangnya, kami melihat mereka lebih rentan terhadap penyakit metabolisme seperti diabetes."

Olahraga bahkan membantu kesehatan emosi dan kognitif. Penelitian menunjukkan, anak-anak yang aktif secara fisik mendapat skor lebih tinggi pada uji standar.

Baca juga: Jangan Kurang Gerak, Simak Tips Olahraga Selama Masa Isolasi

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Sumber Bicyling
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.