Tak Semua Minuman Herbal Baik dan Sehat untuk Dikonsumsi

Kompas.com - 17/04/2020, 09:58 WIB
Ilustrasi minuman herbal khas Indonesia. SHUTTERSTOCK/MENIGA.IDIlustrasi minuman herbal khas Indonesia.

KOMPAS.com - Sebagian masyarakat meyakini minuman herbal mampu membantu mencegah infeksi virus corona. Viralnya informasi ini membuat masyarakat berbondong-bondong memburu berbagai jenis tanaman herbal atau pun jamu.

Namun, apakah semua minuman herbal memang baik dan sehat untuk dikonsumsi di masa pandemi? Jawabannya, tidak.

"Karena tidak semua orang cocok minum jamu. Ada orang-orang yang minum malah alergi atau gangguan di pengentalan darahnya."

Hal itu diungkapkan oleh dokter spesialis gizi klinik dari RS Metropolitan Medical Center, Raissa Edwina dalam sesi "kulwap" yang dilakukan lewat live streaming, Kamis (16/4/2020).

Di samping itu, kita juga perlu memerhatikan dari mana minuman herbal tersebut kita dapatkan. Minuman herbal yang diolah sendiri menggunakan bahan-bahan alami tentu merupakan opsi paling sehat.

Namun, ketika membeli di luar ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Salah satunya adalah kemungkinan adanya penambahan zat lain yang tidak alami. Misalnya, gula.

Baca juga: Jangan Asal Percaya dengan Obat Herbal untuk Kanker

Konsumsi gula, garam dan lemak (GGL) berlebih perlu kita hindari untuk mencegah sejumlah penyakit tidak menular. Seperti diabetes, tekanan darah tinggi, hingga penyakit jantung.

Adapun batasan maksimal konsumsi gula adalah 4 sendok makan, garam 1 sendok teh dan minyak 5 sendok makan.

"Perlu diingat jamunya dibuat secara alami, buat sendiri, ekstrak, atau beli sumber terpercaya atau tidak. Karena yang ditakutkan jamu-jamuan itu sudah ditambahkan zat lain selain zat alami," ungkap Raissa.

Di samping itu, Sport Nutritionist and Disease Prevention, Emilia Achmadi MS, RDN juga pernah mengingatkan bahwa tanaman herbal bukan menyembuhkan infeksi virus corona, melainkan meningkatkan daya tahan tubuh seseorang. Dua hal itu perlu dibedakan.

Baca juga: Google Hapus Video Hoaks Jamu Obat Corona di YouTube

Selain itu, untuk memberikan manfaat optimal, herbal juga perlu dikonsumsi secara teratur dengan cara pengolahan yang baik pula.

"Masyarakat perlu mengetahui bahwa herbal belum terbukti secara klinis dapat menyembuhkan penyakit," kata Emilia pada kesempatan terpisah, Selasa (17/3/2020) lalu.

Untuk meningkatkan daya tahan tubuh di masa pandemi seperti saat ini, konsumsi herbal juga perlu didukung oleh kebiasaan positif lainnya. Seperti menjaga kebersihan dengan rajin mencuci tangan, rutin berolahraga, konsumsi gizi seimbang, cukup istirahat, dan patuh melakukan pembatasan jarak.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X