Kenali Gejala Stres Selama Masa Karantina di Rumah Saja

Kompas.com - 17/04/2020, 14:26 WIB
Ilustrasi kerja dari rumah. ShutterstockIlustrasi kerja dari rumah.

KOMPAS.com – Mengarantina diri di rumah berperan penting untuk mencegah infeksi virus Covid-19. Tetapi, bukan berarti gampang menjalani perubahan seperti sekarang. Banyak orang yang merasa stres dan cemas selama masa karantina ini.

Meningkatnya kecemasan dan gangguan mental ini dialami oleh banyak orang di seluruh dunia yang sedang menjalani pembatasan jarak fisik.

Penyebab utama dari gangguan mental tersebut adalah karena hilangnya rasa kendali terhadap situasi, merasa mendadak dijauhkan dari dunia luar, dan tidak lagi bisa melakukan kegiatan harian seperti sebelumnya.

Chief Health and Nutrition Officer Herbalife Nutrition, Gary Small mengatakan, dalam situasi yang serba tidak pasti seperti sekarang, kesehatan mental seharusnya juga menjadi prioritas utama.

“Mengelola stres dan mengetahui bagaimana melakukan hal yang penting sangat penting. Karena pada saat ini stres kronis dapat mengancam dan melemahkan kekebalan tubuh dan kemampun melawan infeksi,” katanya.

Baca juga: 4 Cara Membantu Mengatasi Kecemasan Anak Selama Karantina

Seiring waktu, manusia telah berevolusi menjadi makhluk sosial. Keberadaan keluarga, teman, atau komunitas, dapat membantu mengatasi stres dan mengelola kesehatan mental.

Menurut Small, tiap orang perlu mengetahui tingkat stres masing-masing. Pertama adalah dengan mengetahui beberapa gejala stres.

Tanda kita sedang stres misalnya saja nyeri gigi, berat badan naik, sakit kepala, perubahan suasana hati, sakit punggung dan leher, hingga kurang tidur malam.

“Mengidentifikasi gejala ini akan membantu Anda mengetahui kapan saatnya mempraktikkan beberapa strategi untuk menurunkan stres,” katanya.

Berikut adalah beberapa tips untuk mengelola stres:

- Mencari pemicunya.
Jika Anda bekerja dari rumah atau menonton berita kemudian merasa cemas, jengkel, atau mengalami sakit kepala atau leher, maka segera berdiri dan berhenti sejenak.

Berjalan-jalan, mendengarkan musik, atau pergi ke tempat yang tenang untuk bersantai dapat membantu mengatur ulang kondisi mental dan kembali bekerja.

Baca juga: Kebanyakan Main Gadget, Waktu Santai Milenial Makin Berkurang

- Mengatur jadwal
Beraktivitas di rumah saja sering mengaburkan jadwal kegiatan sehingga hal ini bisa menyebabkan ketegangan fisik dan mental. Siasati dengan membuat jadwal kegiatan sehari-hari, kapan waktu bekerja, beristirahat, menonton atau membaca berita, dan bersosial media.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X