Kompas.com - 19/04/2020, 15:02 WIB
Ilustrasi obat herbal shutterstockIlustrasi obat herbal
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Di tengah peningkatan kasus Covid-19 di banyak negara, para ahli terus berusaha mengkaji jenis obat untuk menangani penyakit ini.

Di Cina, penggunaan beragam obat herbal pun telah dicoba pada 92,4% pasien di Negeri Tirai Bambu tersebut - dengan laporan hasil yang menjanjikan.

Terdapat 6 obat dan ramuan herbal Cina yang dilaporkan efektif menangani infeksi virus corona. Salah satu obat yang populer yakni Lianhua Qingwen. Bagaimana obat ini membantu pasien Covid-19?

Lianhua Qingwen merupakan obat herbal Cina yang sangat terkenal. Obat dengan kandungan 13 bahan herbal ini telah banyak digunakan untuk mengatasi pilek dan flu.

Lianhua Qingwen dilaporkan memiliki efek memulihkan pada pasien dengan gejala ringan, terutama dalam meredakan demam, batuk, dan kelelahan.

Tak sampai di situ, Lianhua Qingwen juga disebutkan membantu mengurangi perburukan kondisi pasien.

Baca juga: Apakah Obat HIV Bisa Sembuhkan Covid-19?

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dilansir dari China News Service, Lianhua Qingwen secara signifikan dapat menghambat replikasi virus corona dalam sel yang mengalami infeksi Covid-19. Hasil penelitian tersebut juga menunjukkan, obat ini juga membantu mengurangi penanda peradangan di tubuh.

Riset terdahulu terkait efektivitas Lianhua Qingwen

Lianhua Qingwen merupakan obat herbal Cina yang telah banyak diteliti. Berikut ini beberapa riset terdahulu terkait potensi manfaat Lianhua Qingwen:

1. Studi tahun 2017 dalam China Journal of Chinese Materia Medica

Menurut sebuah riset bersertifikasi yang mengumpulkan studi-studi terdahulu mengenai Lianhua Qingwen, obat ini ditemukan efektif meredakan gejala flu. Gejala tersebut termasuk sakit kepala, batuk, rasa sakit di badan, rasa lemah, dan demam.

2. Studi tahun 2014 dalam jurnal Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine

Studi bersertifikasi lain, yakni yang dimuat dalam jurnal Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine, melaporkan potensi efektivitas Lianhua Qingwen untuk tangani penyakit paru obstruktif kronis eksaserbasi akut.

Studi ini melibatkan 100 responden dan dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama mengonsumsi kapsul Lianhua Qingwen.

Sementara itu, kelompok kedua mengonsumsi kombinasi obat konvensional dengan Lianhua Qingwen, atau hanya obat konvensional saja.

Penelitian ini menemukan bahwa kelompok pasien risiko berat yang mengonsumsi Lianhua Qingwen mengalami peningkatan kondisi pada hari ke-5. Sementara itu, kelompok lain baru menunjukkan peningkatan kondisi setelah perawatan diselesaikan.

Dikutip dari China News Service, Lianhua Qingwen menjadi jenis obat baru pertama yang disetujui oleh China's National Drug Administration's selama wabah SARS.

Obat ini juga merupakan obat tradisional Cina pertama yang memasuki uji klinis FDA di Amerika Serikat untuk mengobati influenza.

Baca juga: Avigan Favipiravir, Obat Flu Jepang yang Disebut Efektif Hadapi Corona

Selain Lianhua Qingwen, ada lima obat lain yang juga dilaporkan efektif dalam melawan virus corona.

Menurut State Administration of Traditional Chinese Medicine, seperti yang dikutip dari China Daily, berikut ini kelima obat dan ramuan tradisional Cina tersebut:

1. Granul Jinhua Qinggan

Granul Qinggan Jinhua merupakan obat yang terdiri atas 12 bahan herbal, termasuk kamperfuli (honeysuckle), mint, dan licorice.

Obat ini dikembangkan selama wabah H1N1 pada tahun 2009 dan disebutkan mampu mengendalikan demam serta mendetoksifikasi paru-paru.

Menurut eksperimen komparatif, ditemukan bahwa status Covid-19 pasien yang mengonsumsi Jinhua Qinggan berubah menjadi negatif 2,5 hari lebih cepat - dibandingkan kelompok yang tidak mengonsumsinya.

2. Injeksi Xuebijing

Injeksi Xuebijing diformulasikan dan dipasarkan saat wabah sindrom pernapasan akut (SARS) menyerang pada tahun 2003.

Obat ini terdiri dari lima ekstrak herbal, dan memiliki fungsi utama untuk detoksifikasi dan mengatasi kondisi darah yang tertahan (stasis) di tubuh.

Eksperimen berupa kombinasi injeksi Xuebijing dengan obat-obatan konvensional menunjukkan, angka kematian pasien dengan kondisi parah menurun hingga 8,8 persen.

Eksperimen ini dilakukan terhadap 710 pasien yang dilakukan lebih dari 30 rumah sakit. Selain itu, kombinasi tersebut juga mempersingkat rawat inap perawatan intensif hingga 4 hari.

3. Ramuan Lung Cleansing and Detoxifying Decoction

Resep herbal Cina yang disebut Lung Cleansing and Detoxifying Decoction ini berasal dari beberapa resep klasik Tiongkok yang dikenal Shang Han Za Bing Lun.

Ramuan tersebut memiliki 21 jenis herbal dan ditemukan efektif dalam menangani gejala demam, batuk, kelelahan, serta masalah paru-paru pada pasien dengan kondisi parah.

Menurut kepala peneliti dari Chinese Academy of Chinese Medical Sciences, Tong Xiaolin, 1.102 pasien di 10 provinsi di Cina yang mengonsumsi ramuan ini dilaporkan sembuh dan gejalanya tidak lagi muncul di hari 29.

Tambahan 71 pasien juga menunjukkan peningkatan kondisi dan tidak ditemukan kasus yang memburuk.

4. Ramuan HuaShiBaiDu

Ramuan HuaShi BaiDu adalah resep yang dikembangkan oleh tim pengobatan tradisional Tiongkok dari China Academy of Chinese Medical Sciences.

Ramuan yang terdiri dari 14 bahan herbal ini dilaporkan memiliki efek pengobatan yang komprehensif dalam berbagai tahap pneumonia akibat virus corona, secara signifikan mempersingkat lama rawat inap, dan meningkatkan kondisi klinis dan paru-paru pasien.

5. Granul XuanFeiBaiDu

Granul Xuan Fei BaiDu memiliki 13 komponen herbal yang dilaporkan dapat mendetoksifikasi paru-paru.

Penelitian di China menunjukkan, granul ini membantu mempersingkat waktu penurunan suhu tubuh pasien dan berbagai gejala klinis.

Granul Xuan Fei BaiDu juga disebutkan efektif mencegah perburukan kondisi pasien dengan gejala ringan dan sedang.

Baca juga: Apa Saja Tanaman Herbal yang Disebut Dapat Mencegah Covid-19?

Mungkinkah obat herbal Cina menjadi jawaban untuk penanganan Covid-19?

Laporan terkait potensi khasiat Lianhua Qingwen dan obat tradional Cina tersebut tentu layak untuk ditunggu perkembangannya.

Berbagai obat tradisional Cina sebelumnya telah dikonsumsi oleh lebih dari setengah total pasien positif Covid-19 - di provinsi Hubei, Cina.

Pada bulan Maret silam, Lianhua Qingwen bahkan sudah dikirim ke Italia sebanyak 100.000 kotak.

Meski demikian, para ahli menyebutkan masih diperlukan uji klinis lebih lanjut untuk menguatkan efektivitas obat herbal Cina

Masih dihantui kontroversi terkait penggunaan obat herbal, ahli dari Guangzhou Institute of Respiratory Health menyebutkan uji klinis lebih lanjut masih tetap diperlukan untuk menguatkan temuan menggugah di atas.

 

Walau begitu, adanya laporan terkait Lianhua Qingwen, beserta obat tradisional Cina lain untuk tangani Covid-19, tentu menarik untuk disimak dan menumbuhkan harapan.

Akan tetapi, karena masih diperlukan uji klinis lebih lanjut, kita diharapkan untuk senantiasa fokus melakukan tindakan pencegahan dari paparan virus corona, serta menjaga sistem imun tubuh.

Baca juga: Cara Menjaga Imun Tetap Sehat untuk Lawan Virus Corona



Sumber
Rekomendasi untuk anda
MAMA-HAMIL-DAN-KEHAMILAN
Wajib Tahu! Ini Dia Fakta Kontraksi Palsu yang Kerap Terjadi di Trimester Ketiga
Wajib Tahu! Ini Dia Fakta Kontraksi...
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.