Kompas.com - 20/04/2020, 20:56 WIB
Perancang busana Didiet Maulana saat menggelar fashion show untuk koleksi TerIkat Romansa di kawasan Gunawarman, Jakarta Selatan, Rabu (18/12/2019). KOMPAS.COM/Dian Reinis KumampungPerancang busana Didiet Maulana saat menggelar fashion show untuk koleksi TerIkat Romansa di kawasan Gunawarman, Jakarta Selatan, Rabu (18/12/2019).

KOMPAS.com - Busana dengan motif print saat ini sedang menjadi tren. Berbagai brand busana siap pakai pun menciptakan motif-motif sendiri yang unik dan penuh warna menyegarkan mata.

Dalam penciptaan motif atau pola, menurut desainer tekstil dari brand Ikat Indonesia, Zahra Damayanti, dibutuhkan riset dan tentunya harus bisa mencerminkan DNA sebuah label.

Zahra mencontohkan proses penciptaan motif di Ikat Indonesia yang memang terkenal dengan motif-motif etnik khas Indonesia, seperti ikat dari Bali atau lurik dari Yogyakarta.

"Sebelum membuat motif, kita melakukan riset dengan mendatangi tempat-tempat tertentu, seperti museum atau membaca referensi dari buku," kata Zahra dalam acara bincang yang ditayangkan secara live di akun Instagram @Ikat_ind.

"Kita juga bisa melihat tren motif saat ini dari berbagai situs, dan mencari tahu bagaimana mengombinasikan motif kuno dan modern," ujarnya.

Baca juga: Desainer Didiet Maulana Ungkap Proses Pembuatan Koleksi Ikat Indonesia

"Sama seperti visi Ikat Indonesia yang bertujuan untuk mengangkat wastra nusantara, kita harus banyak membaca dan belajar mengenai motif di Indonesia, ciri khasnya, serta membuat motif yang esensinya tak lekang oleh waktu."

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam kesempatan yang sama, Didiet Maulana, Creative Director Ikat Indonesia menjelaskan seringkali terinspirasi dari satu motif khas dari suatu daerah lalu diubah menjadi sesuatu yang menarik. 

Ia mengatakan, rata-rata dibutuhkan waktu sebulan untuk pengembangan motif tiap koleksi.

"Yang menjadi tantangannya adalah, motif apa dan berasal dari daerah mana yang mau kita buat. Selain motif, warna juga berpengaruh. Kita biasanya mengumpulkan berbagai motif dan warna lebih dulu," ujarnya.

Sebelum menetapkan suatu motif atau warna, terkadang diperlukan konsultasi dengan ahli apakah motif yang mau kita buat tergolong sakral atau tidak. 

"Karena di tempat asalnya, beberapa motif hanya boleh dipakai raja atau royal family," ujar Didiet.

Ia menambahkan, saat menciptakan motif, sebaiknya memilih warna dan corak yang sedang menjadi tren.

"Saya sering memperoleh inspirasi dari traveling atau nonton film, saya lihat objek tertentu lalu saya simpan ke dalam foto."

Baca juga: Kebaya Romansa Isyana, Didiet Maulana Terinspirasi Sang Pengantin Perempuan



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.