Muncul Gejala Baru Virus Corona, Kulit Mati Rasa

Kompas.com - 21/04/2020, 23:49 WIB
Ilustrasi virus corona ShutterstockIlustrasi virus corona

KOMPAS.com - Baru-baru ini muncul berita yang mengungkapkan, bahwa para ilmuwan yang sedang berusaha untuk lebih memahami virus corona, menemukan gejala baru yang mirip dengan radang dingin- rasa nyeri atau mati rasa pada kulit karena suhu yang terlalu dingin.

Pada titik ini, sudah diketahui bahwa sebagai virus, hal utama yang diserang Covid-19 adalah. Ini berarti bahwa virus ini menyerang paru-paru dan organ lain yang terhubung dan relevan.

Karena itu, gejala penyakit biasanya muncul sebagai batuk terus-menerus, sesak napas, demam, gejala mirip flu, dan sakit kepala.

Baca juga: 5 Alasan Harus Memenuhi Cairan Tubuh Selama Pandemi Virus Corona

Gejala-gejala tersebut sudah terbukti sebagai gejala Covid-19 dan bahkan telah menjadi tanda-tanda utama seseorang yang menderita penyakit ini.

Namun, gejala-gejala yang lebih baru terkait dengan virus corona juga semakin banyak yang muncul ketika para ilmuwan dan para ahli menyelami virus corona lebih dalam.

Salah satu gejala tambahan yang pertama kali muncul adalah hilangnya bau dan rasa, yang tampaknya terjadi karena virus corona mengacaukan sel-sel yang bertanggung jawab untuk bau dan rasa.

Gejala lain yang muncul adalah diare, karena ada laporan bahwa virus juga dapat ditransfer melalui metode fecal-oral, yang berasal dari tidak mencuci tangan setelah menggunakan kamar mandi. Lalu ada juga gejala mata merah ringan.

Baca juga: Berapa Lama Proses Kesembuhan Infeksi Virus Corona?

Dan sekarang, gejala baru termasuk gatal-gatal, kulit merah yang menyakitkan dan sesuatu yang mirip dengan radang dingin, yang telah terlihat pada beberapa pasien positif Covid-19, demikian menurut Persatuan Dermatologi Nasional Perancis.

“Analisis dari banyak kasus yang dilaporkan ke SNDV (Syndicat national des dermatologues-vénéréologues) menunjukkan, bahwa manifestasi ini dapat dikaitkan dengan virus corona. Kami memperingatkan masyarakat dan tenaga medis untuk mendeteksi pasien yang berpotensi menular secepat mungkin, ”kata juru bicara dari SNDV.

Selain itu, CDC juga mendaftarkan "bibir atau wajah kebiruan" sebagai gejala tambahan.

“Demam, batuk dan sesak napas adalah gejala virus corona, yang mungkin muncul dua hingga 14 hari setelah paparan. Gejala lain termasuk kesulitan bernapas, nyeri atau tekanan yang terus-menerus di dada, kebingungan baru atau ketidakmampuan untuk menggerakkan, dan munculnya kebiruan di bibir atau wajah."

Baca juga: Merasakan Gejala Mirip Virus Corona? Bisa Jadi Psikosomatik



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X