Kompas.com - Diperbarui 17/03/2022, 12:08 WIB
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Polusi udara dalam ruangan bisa sama berbahayanya dengan polusi udara dari luar. Salah satu cara menciptakan kualitas udara yang baik dalam ruangan adalah dengan memasang perangkat elektronik. Humidifier, diffuser, dan purifier merupakan beberapa contohnya.

Ketiga alat tersebut sama-sama dapat membuat kualitas udara yang lebih baik dalam rumah. Namun ada perbedaan signifikan di antara ketiganya. Mulai dari fungsi hingga cara kerjanya.

Jadi sebelum memutuskan untuk membeli alat yang mana, perhatikan dan ketahui dulu kebutuhan agar tidak salah pilih.

Apa saja perbedaan air humidifier, air diffuser, dan air purifier?

Alat-alat ini memiliki perbedaan dalam berbagai segi, dari fungsi hingga kebutuhan air yang digunakan. Mari simak penjelasan di bawah ini:

Fungsi

Humidifier

Humidifier berfungsi melembapkan udara dan cocok untuk mereka yang tinggal di daerah yang kering atau panas. Alat ini juga dapat digunakan bagi yang sering mengalami flu, batuk-pilek, serta kulit dan tenggorokan yang kering.

Diffuser

Sementara diffuser dikenal sebagai alat untuk menyegarkan aroma ruangan, dengan menyemprotkan minyak esensial dari aromaterapi.

Purifier

Air purifier sendiri berfungsi untuk untuk membersihkan udara dari debu dan partikel-partikel lainnya. Misalnya, serbuk sari, jamur, bakteri, dan bulu hewan peliharaan.

Alat ini cocok digunakan bagi orang-orang yang memiliki alergi atau asma. Dengan begitu, frekuensi gejala dan serangan bisa dicegah.

Cara kerja

Ketiganya juga memiliki cara kerja berbeda yang sesuai dengan fungsinya. Apa sajakah itu?

Humidifier

Humidifier bekerja dengan mengeluarkan uap air untuk meningkatkan kadar kelembapan di udara. Alat ini memiliki banyak tipe, dan tidak semuanya melepaskan uap dengan cara yang sama.

Diffuser

Diffuser juga mengeluarkan uap ke udara. Tapi uap ini berasal dari essential oil yang telah dimasukkan di dalamnya.

Air diffuser memiliki beragam tipe dengan cara kerja yang berbeda. Contohnya, diffuser keramik, diffuser elektrik, dan diffuser ultrasonik.

Purifier

Air purifier juga terdiri dari beberapa jenis berdasarkan cara kerjanya. Ada yang menggunakan listrik bertegangan tinggi untuk membersihkan udara, dan ada jenis yang menghancurkan partikel secara fotoelektrokimia.

Kebutuhan air

Humidifier

Humidifier membutuhkan banyak air untuk dapat bekerja dengan baik. Bahkan alat ini dapat menampung hingga tiga liter air.

Diffuser

Terdapat jenis diffuser yang berfungsi dengan air, dan yang tidak. Sebagai contoh, nebulizer diffuser termasuk yang tipe tidak memerlukan air sama sekali untuk bekerja.

Purifier

Untuk air purifier, tipenya juga terbagi dua, yakni alat yang membutuhkan air dan yang tidak.

Penempatan

Perangkat elektronik seperti humidifier, diffuser, dan purifier tidak boleh diletakkan secara sembarangan.

Humidifier

Letakkan humidifier di lokasi yang memang benar-benar dibutuhkan, di mana Anda sekeluarga sering berkumpul dan menghabiskan waktu.

Pastikan juga memasangnya di area yang tepat agar uap air menyebar secara merata ke seluruh ruangan.

Ingatlah untuk menghindari pemasangan air humidifier jenis warm-mist di kamar anak. Alat ini menggunakan pemanas, sehingga risiko kulit terbakar pada anak-anak bisa saja terjadi secara tidak sengaja.

Diffuser

Diffuser juga dapat diletakkan di ruangan tempat Anda sering menghabiskan waktu. Misalnya, di kamar tidur, ruang keluarga, atau dapur.

Perhatikan juga agar menempatkan air diffuser pada permukaan yang kokoh, dan di pusat ruangan agar wangi yang dikeluarkannya dapat menyebar secara merata.

Purifier

Sama dengan humidifier, air purifier dapat ditempatkan di ruangan Anda paling sering menghabiskan waktu atau di area yang paling memerlukan penjernih udara. Contohnya, ruang di mana anggota keluarga sering merokok.

Cara lain untuk mengurangi polusi udara dalam ruangan

Menurut laporan Badan Kesehatan Dunia (WHO), polusi udara dalam ruangan dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan. Mulai dari stroke, penyakit jantung iskemik, hingga penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).

Risiko serangan gejala pada orang yang mengidap asma dan alergi juga dapat meningkat ketika berada dalam ruangan yang berpolusi. Misalnya, penuh debu atau asap rokok.

Sementara wanita dan anak-anak termasuk kalangan yang lebih rentan mengalami gangguan medis akibat polusi dalam ruangan. Pasalnya, mereka lebih banyak menghabiskan waktu di rumah.

Selain dengan menggunakan humidifier, diffuser, atau purifier, kita dapat menerapkan sederet tips di bawah ini untuk mengurangi polusi udara dalam ruangan:

  • Hindari penggunaan air freshener (penyegar udara), contohnya yang berbentuk semprotan.
  • Rutin membersihkan filter pada air conditioner (AC).
  • Bersihkan rumah secara teratur.
  • Cuci seprai, sarung bantal, dan selimut secara berkala. Demikian pula dengan boneka anak.
  • Buka pintu dan jendela ketika cuaca sedang cerah agar sirkulasi udara dalam ruangan lebih lancar.

Tak jarang orang yang mengira kalau humidifier, diffuser, dan purifier memiliki kegunaan yang sama. Padahal, ketiganya berbeda dari berbagai sisi.

Karena itu, sebelum membeli, pastikan dulu kebutuhan Anda supaya pemilihan alat yang ingin digunakan benar-benar sesuai. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.