Kompas.com - 23/04/2020, 07:15 WIB
Ilustrasi DeagreezIlustrasi

KOMPAS.com - Di saat pandemi Covid-19 telah membuat kita harus bekerja dari rumah (work from home), mengambil cuti atau libur barangkali tidak menjadi prioritas.

Namun, para ahli mengatakan, jika kita tidak mengambil cuti sama sekali, produktivitas kerja akan terganggu.

"Saat Sir Isaac Newton mengemukakan teori gravitasi yang bekerja dari jarak jauh selama Wabah Besar London, ia juga tidak memiliki orang yang menghubunginya selama 24 jam dan 7 hari di Zoom, WhatsApp, dan email."

Baca juga: Ambillah Cuti Lebih Sering, Supaya Panjang Umur...

Demikian kata Anna Whitehouse, pendiri Flex Appeal, kampanye yang mendorong kerja fleksibel.

Tidak ada yang bisa bekerja tanpa henti dan menjadi produktif, terutama dalam konteks pandemi global, kata Whitehouse.

"Kita perlu berhenti sejenak."

Ia menambahkan, meski bukan untuk liburan di luar negeri seperti yang kita harapkan, waktu istirahat sangat penting, bukan hanya sekadar menyenangkan untuk dimiliki.

Kekhawatiran akan posisi mereka di tempat kerja bisa juga membuat beberapa orang menahan diri untuk mengambil cuti.

Seperti yang kita tahu, virus corona --yang saat ini telah menginfeksi hampir 2,5 juta orang di seluruh dunia-- telah memaksa banyak perusahaan menutup kantor di masa lockdown.

Kondisi finansial yang ketat telah mengakibatkan pemotongan gaji dan sejumlah orang kehilangan pekerjaan mereka.

Baca juga: Tak Hanya Senang-Senang, Liburan Juga Bisa Cegah Penyakit Kronis

Oleh karena itu, meminta cuti terlihat berlebihan, ketika taruhannya lebih tinggi untuk tampil secara profesional dan istirahat tidak tampak sebagai prioritas.

Situs pencari kerja di Inggris, Totaljobs, mendapati hampir seperempat pekerja berjuang untuk mendapatkan waktu libur, karena mereka anggap pekerjaan lebih penting.

Hasil ini diperoleh dari jajak pendapat 7.135 pekerja Inggris pada tahun 2017.

Jajak pendapat juga menemukan, lebih dari separuh pekerja mengatakan bahwa mereka harus mengambil cuti pada waktu tertentu yang disetujui atasan mereka.

Ellie Green, pakar pekerjaan di Totaljobs menyebut, berurusan dengan tekanan baru di masa luar biasa ini berarti kita merawat masalah kesejahteraan mental lebih dari waktu sebelumnya.

"Jika itu berarti menghabiskan sebagian dari jatah liburan kita dan bersantai atau melakukan sesuatu yang kita nikmati di rumah, kita bisa," katanya.

Baca juga: Mengapa Pekerja Perempuan Butuh Cuti Haid?

Halaman:


Sumber CNBC
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X