Hannah Al Rashid Berbagi Tips Hadapi Pelecehan di Tempat Kerja

Kompas.com - 23/04/2020, 10:54 WIB
Hannah Al Rashid saat berpose untuk promosi film Bulan Terbelah di Langit Amerika 2 di Gedung Kompas Gramedia, Palmerah Selatan, Jakarta Pusat, Senin (21/11/2016). KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGHannah Al Rashid saat berpose untuk promosi film Bulan Terbelah di Langit Amerika 2 di Gedung Kompas Gramedia, Palmerah Selatan, Jakarta Pusat, Senin (21/11/2016).

JAKARTA, KOMPAS.com - Dikenal sebagai figur yang kerap menyuarakan isu perempuan dan kesetaraan gender, aktris Hannah Al Rashid juga sering mengungkapkan pelecehan yang terjadi di dunia hiburan, khususnya lokasi syuting.

Meski begitu, Hannah menegaskan bahwa ini bisa terjadi pada siapa saja dengan pekerjaan apapun.

"Pelecehan bisa terjadi kepada siapapun dan lebih seringnya, memang belum ada sistem in place untuk memerangi hal tersebut," katanya dalam talkshow yang digelar secara live oleh Tokopedia SHE 2020, Rabu (22/04/2020).

Menurutnya, ada banyak perusahaan yang memikirkan sistem ini khususnya perusahaan dengan pimpinan perempuan karena mereka mungkin pernah juga menjadi korban.

Jika tersebut belum ada, karyawan perempuan diharapkan bisa melobi agar kebijakan tersebut diadakan.

"Sehingga, nantinya kita tahu ke mana harus mengadukan masalah, dibantu mengenai pemulihan dan pelaku pelecehan mendapatkan sanksi yang jelas," katanya.

Bagi para perempuan yang pernah atau sedang mengalami pelecehan seksual di tempat kerja, Hannah memiliki sejumah tips untuk memeranginya.

Baca juga: Ada Pelecehan Seksual, Bagaimana Menanggapinya?

Salah satunya adalah mencari sistem dukungan (support system). Hindari menyimpan perlakuan pelecehan seorang diri, cobalah bercerita kepada support system tersebut.

Memendam perlakuan pelecehan yang pernah dialami, bagi Hannah pribadi, justru berpotensi mengganggu kesehatan fisik dan mentalnya.

"Jadi saya melawan dan menyuarakan. Tapi saya juga mencari support system," ungkap perempuan kelahiran London, 25 Januari 1986 itu.

Ia mencontohkan, lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang membuat support group dalam mengatasi masalah isu perempuan dan kesetaraan gender.

Salah satunya adalah Lembaga Bantuan Hukum Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan (LBH APIK Jakarta) yang juga tersedia di banyak kota di Indonesia.

"Secara legal mereka juga bisa memberi advice. Karena kadang kalau mengalami pelecehan inginnya melapor supaya orang di kantor tahu apa yang terjadi, tapi mungkin belum tentu mau diteruskan secara legal kan?"

"Tapi setidaknya kita mengetahui hak kita," ungkapnya.

Baca juga: Survei Ungkap 80 Persen Wanita Alami Pelecehan Seksual di Kantor



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X