Kompas.com - 23/04/2020, 20:22 WIB
Mona Ratuliu menghadiri acara Mari Bicara Indonesia bersama Sariwangi di Museum Nasional, Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (15/1/2019). Kompas.com/Tri Susanto SetiawanMona Ratuliu menghadiri acara Mari Bicara Indonesia bersama Sariwangi di Museum Nasional, Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (15/1/2019).

KOMPAS.com--Bintang sinetron Mona Ratulia tengah menghadapi dilema berat. Persalinan anak ke empat kali ini akan dilalui seorang diri tanpa didampingi suami, Indra Brasco. Hal ini sempat membuat Mona merasakan stres.

Pada persalinan sebelumnya, Mona selalu didampingi suami di rumah sakit. Namun kali ini karena adanya pandemi corona Mona bakal melalui persalinan tanpa suami.

“Waktu itu sempat stres juga kalau tahu lahiran enggak boleh ditemani suami di ruang bersalin, sedih banget. Aku tiga-tiganya (lahiran) ditemanin suami. Suami ada, ibuku juga ada, lengkap kan support dari keluarga, teman, di luar ruang bersalin tuh kita tahu banyak yang sayang sama kita nungguin,”ungkap Mona saat dihubungi via telepon, Kamis (23/4/2020).

Pemeran Poppy dalam sinetron Lupus Millenia ini mengaku sedih dengan kondisi yang ada. Namun dirinya tak bisa berbuat apa-apa karena regulasi rumah sakit mengharuskan pasien tidak didampingi keluarga saat persalinan akibat pandemi.

Baca juga: Penuh Haru, Kisah Pasien Corona yang Melahirkan di Tengah Koma

“Aku lebih persiapan mental sih kalau lain standar lah, baju-baju bayi segala macam udah disiapin. Cuma aku lebih persiapan mental, banyak diskusi sama anak-anak karena anak-anak enggak bisa sekali dibilangin terus ngerti,”ujarnya.

“Sedih banget, lebih sedih lagi pas tahu kalau kakak-kakaknya juga enggak boleh jenguk. Jadi setelah melahirkan di kamar cuma boleh berdua sama suami aja. Nenek kakek enggak boleh ikut, kakak-kakaknya enggak boleh jenguk,” katanya.

Selain stres akibat kondisi persalinan di tengah pandemi, Mona juga merasakan beban pikiran karena persalinannya diprediski bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri.

“Misalnya pas lebaran sudah harus lahiran, mereka (anak-anak) gimana lebaran enggak ada orangtua di rumah. Mungkin bapaknya bisa pulang kali ya imamin sholat ied misalnya di rumah, makan bareng ketupat, tapi kan nanti pasti balik lagi ke rumah sakit nemenin aku,” ujarnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X