Kompas.com - 25/04/2020, 17:30 WIB
Ilustrasi olahraga shutterstockIlustrasi olahraga

KOMPAS.com - Umat Islam yang menjalankan ibadah puasa Ramadhan biasa melakukan beragam kegiatan untuk menunggu waktu berbuka puasa alias ngabuburit.

Dalam kondisi normal, biasanya waktu ngabuburit diisi dengan kegiatan mencari makanan untuk berbuka, atau berjalan-jalan ke luar rumah. Lantas bagaimana pada masa karantina seperti sekarang?

Tak sedikit yang masih menggunakan waktu ngabuburit untuk berolahraga.

Baca juga: Cara Mengencangkan Paha dan Betis Lewat Olahraga Sederhana

Mungkin niatnya baik. Namun, ternyata berolahraga pada waktu tersebut sebetulnya tidak dianjurkan.

Apa alasannya?

Dr. dr. Tan Shot Yen, M. Hum menjelaskan, pada prinsipnya olahraga seharusnya dilakukan ketika tubuh sudah diisi dengan energi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara ketika ngabuburit, tubuh justru akan lemas, karena kekurangan energi setelah berpuasa selama beberapa jam.

"Kalau ngabuburit untuk melupakan lapar lalu olahraga, wah itu enggak benar," kata dokter Tan dalam acara Live Instagram Kompas.com, Sabtu (25/4/2020).

"Bayangkan kamu defisit energi, loh."

Baca juga: Olahraga di Pagi Hari Mampu Atasi Insomnia

Olahraga juga tidak dianjurkan pada waktu sahur ketika menunggu waktu imsak.

Sebab, kita bisa saja tidak punya cukup waktu untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang setelah berolahraga.

Jadi, waktu olahraga terbaik pada bulan Ramadhan adalah seusai berbuka puasa, baik ketika menunggu waktu shalat tarawih maupun setelah shalat tarawih.

Sebab, pada waktu tersebut, tubuh telah memiliki energi yang cukup untuk berolahraga.

Jenis dan intensitas olahraga juga penting untuk diperhatikan.

Dokter Tan menyebutkan, banyak orang yang pada masa pandemi Covid-19 ini berolahraga keras karena ingin tubuhnya tetap sehat.

Baca juga: Bukan Cuma Olahraga, 5 Aktivitas Ini Juga Bantu Turunkan Berat Badan

Padahal, cara tersebut justru salah. Apalagi, jika tidak memahami betul kondisi kesehatan tubuh kita.

Jika kamu bukan olahragawan, atau tidak biasa berolahraga rutin sebelumnya, dokter Tan menyarankan untuk melakukan olahraga ringan.

"Jalan kaki atau pakai sepeda statis kalau kamu enggak boleh keluar rumah, lagi isolasi mandiri dan sebagainya. Itu untuk kardionya," ungkap dokter Tan.

Lakukan pula gerakan untuk memanjangkan dan menguatkan otot (lengthening and strengthening muscles).

Baca juga: 7 Makanan Kaya Vitamin D, Demi Tulang dan Otot yang Sehat

Jika memerlukan panduan, kita bisa mencarinya di internet, termasuk salah satunya memanfaatkan video YouTube.

"Bisa buka YouTube bagaimana cara kerja yoga sederhana, pilates sederhana, plank, crunch, aku rasa itu perlu banget," tutur dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.