Kompas.com - 27/04/2020, 13:41 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

KOMPAS.com— Banyak orang yang ikut "puasa olahraga" selama bulan Ramadhan karena merasa stamina tidak kuat dan khawatir malah lemas. Untuk menyiasatinya, memang diperlukan penyesuaian waktu dan durasi latihan karena kita sedang berpuasa.

Devinder Bains, pelatih pribadi dan pelatih nutrisi di Fit Squad DXB Dubai, membagikan kiatnya.

1. Kapan berolahraga

Menentukan kapan waktu latihan sama pentingnya dengan latihan apa yang akan dilakukan.

Pilihlah waktu ketika kamu mendapat asupan tetapi masih memiliki kesempatan untuk makan setelah olahraga.

Pilihan terbaik adalah setelah berbuka puasa tetapi sebelum makan utama dan sesaat sebelum sahur jika kamu bisa bangun pagi-pagi.

Jika kamu terbiasa berlatih dengan perut kosong maka olahraga bisa dilakukan 1-2 jam sebelum berbuka puasa.

Baca juga: Hindari Lemas, Ikuti Tips Puasa Sehat Berikut Ini

2. Apa yang harus dimakan

Sebelum dan sesudah latihan, tentu kamu ingin menambah simpanan energi (glikogen) yang habis dengan mengonsumsi beberapa karbohidrat.

Pilih pilihan sehat seperti sayuran dan gandum utuh, juga tambahkan protein (untuk perbaikan otot) melalui daging tanpa lemak, kacang atau protein shake. Dan jangan lupa untuk minum sebelum, selama dan setelah pelatihan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.