Kompas.com - 27/04/2020, 19:45 WIB
Ilustrasi asam lambung Emily FrostIlustrasi asam lambung
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Pernahkah anda mengalami rasa sesak dan terbakar di dada? Bisa jadi anda mengalami asam lambung.

Kondisi ini terjadi karena otot katup bawah esofagus yang melemah dan mengalami pengenduran saat seharusnya menutup.

Esofagus adalah bagian saluran pencernaan berbentuk tabung yang berfungsi mengantarkan makanan yang masuk lewat mulut menuju lambung.

Asam lambung naik atau refluks esofageal merupakan kondisi yang sering ditakutkan terjadi saat puasa.

Produksi asam lambung yang terlalu banyak juga mampu menyebabkan asam lambung naik. Jika terjadi asam lambung naik berulang kali (lebih dari dua kali dalam seminggu), maka anda mungkin memiliki penyakit refluks asam lambung atau gastroesophageal reflux disease (GERD).

Keluhan yang dapat dirasakan berupa panas atau rasa terbakar di dada atau tenggorokan. Kadang, asam lambung yang naik juga bisa terjadi tanpa rasa terbakar.

Gejala lainnya yang umumnya muncul berupa batuk kering, gejala asma, atau kesulitan menelan makanan. Hal ini tentu sangat mengganggu dalam menjalankan ibadah puasa.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah asam lambung naik saat berpuasa, di antaranya dengan:

1. Membatasi konsumsi makanan yang bersifat asam dan pedas

Makanan bersifat asam, seperti anggur, jeruk, tomat, dan cuka, dapat merangsang terjadinya peningkatan produksi asam lambung. Begitu juga dengan cabai dan lada. Penggunaan keduanya dalam makanan sebaiknya dikurangi.

2. Hindari makanan dan minuman yang menyebabkan relaksasi otot katup esofagus bawah

Mengurangi konsumsi berlemak tinggi dan berminyak penting untuk mencegah asam lambung naik selama puasa. Contoh makanan yang sebaiknya dihindari, yaitu kentang goreng, burger, produk dairy seperti susu dan yogurt, coklat, serta mint.

Minuman berkafein (kopi, teh, kokoa, dan soda) juga sebaiknya dikurangi. Makanan dan minuman tersebut bisa menyebabkan pengenduran otot katup esofagus bawah.

Baca juga: Berbagai Minuman yang Bisa Mengurangi Gejala Asam Lambung

3. Makan dalam porsi kecil

Porsi makan yang anda konsumsi juga dapat menyebabkan asam lambung naik. Walaupun lapar setelah berpuasa sehari penuh, jangan makan dalam porsi terlalu besar. Makanlah dalam porsi kecil, tetapi anda dapat meningkatkan frekuensinya.

4. Jangan terburu-buru saat makan

Makan terlalu cepat membuat makanan sulit untuk dicerna. Pencernaan yang buruk bisa meningkatkan risiko mengalami kenaikan asam lambung.

Cara yang dapat anda lakukan agar tidak terlalu cepat saat makan, antara lain:

  • Tidak makan dalam keadaan sangat lapar, makanlah sebelum terasa kelaparan.
  • Menguyah makanan hingga lumat sebelum ditelan. Idealnya, hitung sampai 20 detik saat mengunyah sebelum melakukan suapan berikutnya.
  • Makan dalam suapan yang lebih kecil

5. Menyiapkan sendiri hidangan sahur dan berbuka

Menyiapkan makanan dari rumah punya keuntungan dibandingkan makan di luar rumah. Anda tentunya mengetahui secara pasti proses memasak dan mengindari produk-produk yang sebaiknya dikurangi. Selain itu, anda juga bisa mengatur porsi makan.

Ketika anda menyantap hidangan berbuka puasa di restoran, perhatikan menu makanan yang dipilih. Sebaiknya, pilihlah daging putih, sup kaldu, makanan yang dipanggang, dan sayuran. Saat memakan hidangan penutup, hindari makanan yang terlalu manis atau asam.

6. Tidak berbaring sesaat setelah makan

Pada posisi duduk, terjadi gaya gravitasi yang membantu menurunkan makanan menuju lambung.

Namun ketika anda berbaring dalam keadaan lambung terisi penuh, maka isi lambung akan terdorong naik melewati katup bawah esofagus.

Hal ini meningkatkan kemungkinan terjadinya refluks makanan. Tunggu sekitar 2-3 jam setelah makan untuk berbaring. Selain itu, hindari mengonsumsi camilan di tengah malam.

7. Menaikkan posisi kepala saat tidur

Tanpa adanya gaya gravitasi, akan terjadi penekanan terhadap isi lambung sehingga membuatnya naik dan menekan sfingter esofagus bawah. Dengan menaikkan posisi kepala, penekanan terhadap isi lambung akan berkurang.

Jika asam lambung terlanjur naik, maka Anda dapat membeli obat asam lambung di apotik atau memeriksakan diri ke dokter untuk mendapat perawatan yang tepat.

Baca juga: Terbukti Aman, Ini Daftar Buah untuk Asam Lambung

Baca tentang


Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.