Ternyata, Cuka Apel "Tak Bantu" Turunkan Berat Badan

Kompas.com - 29/04/2020, 19:15 WIB
Ilustrasi cuka apel shutterstockIlustrasi cuka apel

Sayangnya, mereka tidak melihat efek metabolisme dari cuka sari apel.

"Kesimpulannya adalah, asam asetat hanya membuat orang merasa mual dan tidak mau makan terlalu banyak," kata Czerwony.

"Dan mungkin ada efek psikologis di mana orang menganggap hal itu bekerja, sehingga mereka tanpa sadar membuat perubahan lain yang menghasilkan penurunan berat badan."

Penelitian lain menunjukkan manfaat cuka sari apel di luar penurunan berat badan, seperti penurunan gula darah dan trigliserida ( lemak yang ditemukan dalam darah).

Amankah cuka sari apel untuk menurunkan berat badan?

Kekhawatiran terbesar Czerwony adalah, asam asetat dapat mengikis enamel gigi jika dikonsumsi langsung.

Czerwony merekomendasikan untuk menambahkannya ke dalam minuman.

Beberapa pasiennya menambahkan madu dan jahe. Sementara lainnya mengonsumsi cuka sari apel dalam bentuk gum atau permen karet.

Baca juga: Benarkah Sari Cuka Apel Bisa Bantu Atasi Jerawat?

"Boleh saja menggunakan cuka sari apel untuk jangka pendek," kata Czerwony.

"Ini dapat membantu kita masuk ke dalam pola pikir membatasi lemak, gula, dan makanan cepat saji."

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X