Makanan Olahan Membuat Tubuh Lebih Rentan pada Virus Corona, Kok Bisa?

Kompas.com - 02/05/2020, 18:56 WIB
Ilustrasi oatmeal. ShutterstockIlustrasi oatmeal.

KOMPAS.com - Makanan olahan sangat mudah ditemui, baik di toko-toko sekitar maupun di pertokoan online. Banyak orang mengonsumsi makanan olahan karena menganggapnya lebih praktis.

Padahal, makanan olahan ini bukan hanya telah melalui berbagai proses seperti pencetakan, ekstrusi, dan penggilingan, tapi makanan olahan biasanya mengandung banyak bahan yang telah mengalami berbagai proses juga.

Beberapa contoh makanan olahan adalah sosis, permen, minuman ringan, sereal sarapan, nugget ayam hingga keripik.

Baca juga: Awas, Terlalu Banyak Konsumsi Makanan Olahan Bisa Sebabkan Kematian Dini

Efek buruk makanan olahan memang tidak terlihat langsung, tapi kini ketika virus corona menimbulkan kekacauan di mana-mana, orang-orang pencinta makanan olahan ternyata lebih rentan daripada mereka yang mengonsumsi makanan sehat.

Para ahli bahkan mengatakan, konsumsi makanan olahan kemungkinan meningkatkan faktor risiko tertular Covid-19.

Banyak penelitian telah menetapkan bahwa makanan olahan dapat meningkatkan risiko mengembangkan kondisi tertentu seperti obesitas, kanker, diabetes tipe 2, batu empedu, dan penyakit kardiovaskular.

Virus corona dengan mudah menginfeksi orang-orang yang memiliki kekebalan rendah, sehingga orang-orang dengan kondisi yang disebutkan di atas berisiko lebih tinggi.

ZME Science melaporkan, bahwa makanan olahan di seluruh dunia pada umumnya tidak sehat.

Selain meningkatkan kemungkinan memiliki kondisi tertentu, makanan olahan juga ditemukan membahayakan mikrobioma usus, yang memainkan peran penting dalam kemampuan tubuh untuk merangsang respons kekebalan terhadap infeksi.

Baca juga: Sebabkan Obesitas, Mengapa Masih Banyak Orang Menyukai Makanan Olahan?

Sebelum pandemi virus corona, kebiasaan mengonsumsi makanan olahan sudah dianggap ide buruk. Dan sekarang di tengah pandemi, jika kamu tetap mengonsumsi makanan olahan tentu akan lebih berbahaya.

Para ahli kesehatan kini semakin gencar mengampanyekan konsumsi makanan sehat selama masa karantina di tengah pandemi virus corona.

Tetapi nyatanya, bagi banyak orang mengonsumsi makanan sehat adalah sebuah perjuangan, karena itu berarti mereka harus menyingkirkan makanan olahan yang telah menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.

Namun, dengan belum ditemukannya obat virus corona maupun vaksin virus corona, para pakar kesehatan mendesak semua orang untuk segera mengurangi konsumsi makanan olahan.

Mereka merekomendasikan untuk menyiapkan makanan yang dimasak di rumah dengan banyak sayuran, sehingga memberi tubuh pasokan kekebalan yang dibutuhkan selama pandemi.

Baca juga: Bahaya Lem Daging dalam Makanan Olahan



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X