Olahraga Berat di Bulan Puasa Berbahaya, Apa Alasannya?

Kompas.com - 03/05/2020, 17:53 WIB
ilustrasi olahraga sebagai bentuk pola hidup sehat Shutterstockilustrasi olahraga sebagai bentuk pola hidup sehat

KOMPAS.com - Selain menjaga pola makan sehat, olahraga teratur juga memiliki peran penting dalam menjaga daya tahan tubuh.

Daya tahan tubuh yang kuat juga sangat dibutuhkan selama menjalani ibadah puasa.

Sport Medicine Specialist dari Slim + Health Sports Therapy, dr. Michael Triangto, Sp.KO memberikan penjelasannya.

Baca juga: Jangan Olahraga Berlebihan Selama Masa Karantina, Apa Alasannya?

Dia mengatakan, olahraga selama bulan puasa ditujukan untuk kesehatan, yaitu untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan kesehatan secara keseluruhan.

Oleh karena itu, olahraga yang dianjurkan selama berpuasa adalah olahraga intensitas ringan atau sedang.

Menurut Michael, melakukan olahraga intensitas tinggi atau berat di bulan puasa justru bisa berbahaya bagi kesehatan.

"Pada saat tubuh melakukan puasa tentunya risiko mengalami dehidrasi menjadi besar."

"Sehingga, olahraga berat tentunya berbahaya bagi tubuh, karena akan menambah dehidrasi yang sudah ada. Demikian juga kadar gula darah juga drop."

Hal itu diungkapkan Michael dalam sesi Kulwap Media, Sabtu (2/4/2020).

Baca juga: Jalan Kaki, Olahraga Terbaik Selama Masa Karantina di Tengah Pandemi

Pengaruh intensitas olahraga terhadap imunitas tubuh ditunjukkan oleh kurva J.

Kurva tersebut terbentuk dari sudut kiri ke bawah, kemudian naik ke kanan atas membentuk seperti huruf J atau tanda centang.

Titik paling kiri pada kurva menunjukkan kondisi tubuh ketika tidak berolahraga, di mana risiko mengalami infeksi berada pada titik yang tinggi.

Sementara, titik paling kanan adalah kondisi tubuh ketika berolahraga berat, di mana risiko infeksi cenderung lebih besar.

Risiko infeksi teredah adalah ketika kita melakukan olahraga ringan sampai sedang karena imunitas tubuh dalam kondisi terbaik.

"Itu sebabnya olahraga yang dianjurkan pada saat bulan puasa harus ringan sampai sedang karena tujuannya untuk kesehatan," papar dia.

Lantas, jenis olahraga apa saja yang dianjurkan untuk dilakukan selama bulan puasa?

Baca juga: Tiga Pilihan Waktu Olahraga di Bulan Puasa, Kamu Pilih Mana?

Menurut Michael, utamakan jenis olahraga aerobik atau olahraga yang memiliki ciri khas intensitas ringan.

Juga olahraga yang memiliki gerakan berulang dan durasinya panjang.

Beberapa di antaranya adalah jalan keliling kompleks perumahan, bersepeda statis, bersepeda keliling kompleks, jalan di atas treadmill, hingga berenang.

Meski begitu, karena bertujuan untuk meningkatkan kesehatan tubuh, maka olahraga seringan apa pun sebetulnya akan berdampak positif terhadap tubuh.

Dampak positif itu akan datang selama polanya terprogram dan dilakukan sesuai dengan kemampuan masing-masing individu.

"Misalnya, seorang pekerja kantoran yang selalu sedentary (berpindah-pindah) sekarang dia punya waktu berolahraga karena work from home."

"Jadi untuk dia mulai berjalan saja sudah bagus untuk kesehatannya. Kalau berlebihan tentu tidak baik," kata Michael.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X