Kompas.com - 04/05/2020, 13:45 WIB
Seratus drummer dari berbagai genre musik, mulai usia PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) hingga usia lanjut dari seluruh Indonesia, beraksi memainkan alat musik drum pada event Semarang Drummer Hebat 2017, Minggu (21/5/2017) pagi.

Dok Pemkot SemarangSeratus drummer dari berbagai genre musik, mulai usia PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) hingga usia lanjut dari seluruh Indonesia, beraksi memainkan alat musik drum pada event Semarang Drummer Hebat 2017, Minggu (21/5/2017) pagi.

KOMPAS.com – Bermain musik merupakan aktivitas yang positif untuk anak. Tidak hanya membangkitkan perasaan gembira, memainkan alat musik juga berdampak baik bagi perkembangan otak.

Selama ini penelitian tentang manfaat memainkan alat musik hanya terbatas pada piano atau gitar. Nah, dalam studi terbaru yang dilakukan tim dari Jerman, yang jadi subyek adalah alat musik drum.

“Para ahli sudah lama mengetahui bahwa bermain alat musik bisa mengubah otak melalui proses neuroplastisitas (otak mengalami perubahan regenerasi). Namun, belum ada yang secara khusus melihat pengaruh dari main drum,” kata Lara Schlaffke, peneliti.

Dari penelitian yang melibatkan 20 orang pemain drum profesional, diketahui bahwa mereka yang rutin bermain drum selama bertahun-tahun memiliki stuktur dan fungsi otak yang berbeda dibandingkan dengan orang yang tidak bermain musik.

Otak para pemain drum itu diketahui memiliki serat yang lebih sedikit, tetapi lebih tebal pada area yang menghubungkan dua bagian otak. Selain itu, area motorik otak juga terorganisasi secara efisien.

Baca juga: 10 Kegiatan dengan Musik yang Mampu Tingkatkan Perkembangan Anak

Menurut Schlaffke, koordinasi motorik para drummer jauh melampaui orang biasa.

“Kebanyakan orang hanya bisa melakukan tugas motorik secara baik dengan satu tangan dan kesulitan bermain ritme berbeda dengan kedua tangan pada satu waktu. Pemain drum bisa melakukan hal yang tidak mungkin itu bagi orang yang tak terlatih,” katanya.

Dari hasil pemindaian MRI yang dilakukan pada para pemain drum, diketahui bahwa perbedaan paling nyata terlihat pada bagian otak yang disebut corpus callosum, struktur otak yang menghubungkan dua belahan dan bagian depan yang bertanggung jawab pada fungsi perencanaan motorik.

Bagian serat yang lebih tebal pada otak pemain drum juga memungkinkan mereka bertukar informasi antar bagian otak lebih cepat dari pada bagian kontrol.

Semakin tebal bagian serat pada corpus callosum, makin baik performa permainan drummer.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X