Mungkinkah Covid-19 Menular Lewat Makanan?

Kompas.com - 04/05/2020, 15:15 WIB
Ilustrasi sukiyaki sayuran, terdiri dari sawi, pok coy, wortel, shiitake, enokitake, tahu, labu, daun bawang, dan mi. SHUTTERSTOCK/ARTIT WONGPRADUIlustrasi sukiyaki sayuran, terdiri dari sawi, pok coy, wortel, shiitake, enokitake, tahu, labu, daun bawang, dan mi.

KOMPAS.com – Sejak merebaknya wabah Covid-19 banyak orang yang khawatir tentang makanan, terutama seputar tersedianya stok di pasaran dan juga keamanan dalam mengonsumsi bahan makanan.

Sejauh ini memang tidak ada laporan ilmiah yang mengatakan bahwa virus corona dapat menyebar melalui makanan. Hal itu juga ditegaskan oleh Food and Drug Administration (FDA).

“Virus corona yang baru ini tidak termasuk dalam penyakit yang menular lewat makanan dan paparan virus pada makanan tidak menjadi jalan penularan,” demikian pernyataan FDA pada akhir Maret 2020 untuk menegaskan bahwa Covid-19 tidak menyebar lewat makanan.

Hal senada disampaikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Meski menyatakan bahwa International Food Safety Authorities Network masih melakukan penelitian, namun dari pengalaman pada wabah SARS dan MERS yang juga merupakan penyakit saluran pernapasan, tidak diketahui ada penularan lewat bahan makanan.

Covid-19 adalah penyakit pernapasan dan jalur penularan utamanya melalui kontak antar-orang, serta kontak langsung melalui pernapasan lewat droplet yang dihasilkan ketika orang yang terinfeksi sedang batuk atau bersin.

Baca juga: Cara Menyimpan Makanan agar Tak Mudah Basi

Beberapa penelitian juga menyebut bahwa makanan segar, termasuk bunga, dan juga kemasan dari barang-barang yang kita konsumsi, bukanlah “kendaraan” penularan flu, salesma, atau pun penyakit SARS.

Berdasarkan data-data epidemiologi ini, para ahli menyebutkan risiko penularan Covid-19 dari barang konsumsi sangat kecil.

Hati-hati

Kendati demikian, prinsip kehati-hatian tetap harus diterapkan dalam membeli, mengolah, dan mengonsumsi bahan makanan, termasuk kebersihan kemasannya.

"Semua orang dan benda yang berada di tempat umum berpotensi tercemar. Intinya adalah kebersihan diri, termasuk makanan," kata Direktur Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Prof. Amin Soebandrio, dalam siaran pers.

Baca juga: 5 Kelemahan Virus Corona yang Bisa Dimanfaatkan untuk Cegah Penularan

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X