Menghindari Rasa “Insecure” dalam Hubungan

Kompas.com - 04/05/2020, 17:01 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

KOMPAS.com – Perasaan khwatir dalam hubungan adalah hal yang normal, namun jika kita selalu dikuasai rasa cemburu, insecure alias tidak aman, hubungan kita dengan pasangan lama-lama akan renggang.

Perasaan tidak aman (insecure) dalam skala tertentu sebenarnya bisa berdampak positif, karena memacu kita untuk bekerja keras dalam hubungan dan lebih menghargai pasangan.

Yang berbahaya adalah jika perasaan itu mendominasi karena malah dapat menciptakan lingkungan toksik dan menurunkan rasa percaya diri. Kita akan merasa terus membandingkan diri dan dilanda kecemasan.

Salah satu tanda insecure adalah rasa cemburu, dan ini pada awalnya terasa tak berbahaya, bahkan romantis.

Tetapi jika kecemburuan itu terlalu dalam sampai membuat kita sering bertanya-tanya apakah pasangan benbar-benar mencintai kita, maka kita akan bertindak di luar karakter asli dan merusak hubungan.

Baca juga: Mengapa Pria Cari Pasangan Selingkuh? Ini 7 Kemungkinannya

Sebelum kita dikuasai rasa kekhawatiran dan tidak aman, lakukan ini untuk mencegahnya:

- Bangun kepercayaan diri
Perasaan tidak aman memang melekat kuat dan sering sulit disingkirkan. Perasaan ini menghisap kestabilan emosi. Maka, membangun kepercayaan diri adalah satu-satunya cara untuk menghilangkan rasa insecure.

Bagaimana caranya? Lakukan self-care atau tindakan yang mencerminkan kita mencintai diri sendiri. Misalnya memanjakan diri sendiri di spa, mulai berolahraga untuk menjaga kesehatan, atau melakukan hal lain yang sangat kita cintai.

Mulailah dengan memilih satu kebiasaan yang ingin kita hilangkan dan kebiasaan yang ingin kita miliki.

- Cari tahu akar masalahnya

Sulit untuk menyelesaikan masalah jika kita tidak tahu akar penyebabnya. Gailah lebih dalam dan evaluasi apa yang membuat kita merasa sedih dalam hubungan yang sedang dijalani.

Apakah itu sesuatu yang diucapkan ibu kita saat berusia 5 tahun dan masih teringat sampai sekarang? Apakah itu sesuatu yang dilakukan pasangan yang membuat kita memikirkan motif di baliknya? Ataukah itu komentar dari orang lain di unggahan media sosial kita?

Ilustrasi selingkuh Ilustrasi selingkuh

Apa pun itu, hubunganmu dengan pasangan akan merasakan manfaat positifnya jika kita bisa mengetahui sumber dari perasaan tidak aman dan bisa menghilangkannya.

- Percaya pada diri dan pasangan
Bukan pengetahuan baru bahwa kunci dari hubungan yang sehat dan bahagi adalah rasa percaya.

Kepercayaan bukan cuma berbagi rahasia terdalam dengan pasangan tanpa cemas ia akan membocorkannya, tetapi juga memberi rasa nyaman dengan apa yang akan disampaikannya. Bahwa pasangan tidak akan mengkhianati atau menyakiti.

Baca juga: 8 Cara Mudah Tingkatkan Rasa Percaya Diri

Kamu dan pasangan bisa mempraktikkan rasa percaya dengan selalu sungguh-sungguh dengan apa yang dikatakan, hadir secara fisik dan emosional dalam hubungan, serta bisa diandalkan satu sama lain.

Tak kalah penting adalah mempercayai intuisi kita. Jika pasangan tidak pernah punya alasan untuk tak dipercaya, maka cobalah untuk mempercayainya. Tetapi, jika hati kamu berusaha memberikan isyarat, belajarlah mendengarkannya.

- Berhenti berpikir berlebihan
Jika pasangan mengatakan ingin ngumpul dengan teman-temannya pada suatu waktu dan tidak mengajak kamu, maka jangan langsung “baper”.

Tidak semua yang pasangan lakukan bertujuan untuk menyakiti. Sama halnya dengan pasangan yang tertidur sebelum kamu sempat mengajaknya berhubungan seks, bukan berarti ia selingkuh atau tak tertarik. Mungkin ia hanya lelah saja.

Untuk ketentraman hati, cobalah bangun rasa percaya. Hal ini juga menghidarkan kita dari sikap posesif.

Baca juga: Kiat Memperbaiki Komunikasi yang Buruk dengan Pasangan

- Beri pasangan ruang
Demi hubungan yang sehat, berilah ruang untuk pasangan. Memang ketika kita merasa cemburu atau insecure, kita pasti tak ingin memberinya ruang. Namun, dengan memberinya ruang, ia akan merasa tidak diserang.

Dengan memberi ruang masing-masing, kita juga punya kesempatan untuk melakukan apa yang menjadi minat kita dan menjaga kehidupan sosial sendiri. Hal ini akan meningkatkan rasa percaya diri bahwa kita masih punya kehidupan lain di luar hubungan.

IlustrasiShutterstock Ilustrasi

- Buang pengalaman negatif dari hubungan yang lalu
Pengalaman yang lalu bisa merusak hubungan. Mengingat bahwa mantan pernah memperlakukan kita dengan buruk bisa membuat perasaan insecure makin besar. Untuk itu cobalah membuang pikiran-pikiran negative dari masa lalu.

- Jangan hindari percakapan yang membuat tak nyaman
Komunikasi yang terbuka dan dua arah harus dimiliki, ini berarti kemampuan untuk berbicara apa pun dengan pasangan. Termasuk juga topik yang membuat kita tidak nyaman.

- Batasi media sosial
Orang bijak mengatakan, membandingkan diri adalah pencuri kebahagiaan. Hal itu makin terbukti di era media sosial seperti sekarang.

Membandingkan diri dengan orang lain yang terlihat sempurna, baik secara fisik atau materi, hanya akan membuat kita merasa hidup kita kurang bahagia. Apalagi media sosial juga sering dijadikan cara untuk mengamati kehidupan para mantan.

Baca juga: 9 Alasan Pentingnya Memblokir Nomor dan Media Sosial Mantan Pacar

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X