Kompas.com - 05/05/2020, 10:16 WIB
Ilustrasi serangan jantung di usia muda Shutterstock.comIlustrasi serangan jantung di usia muda

KOMPAS.com - Serangan jantung adalah penyakit yang bisa dialami siapa saja, dari segala usia dan jenis kelamin dan bisa menyebabkan kematian. Namun, serangan jantung bisa dicegah.

Seseorang yang pernah mengalami serangan jantung lebih berisiko mengalami serangan jantung kedua.

Tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi adalah dua penyebab utama yang meningkatkan risiko serangan jantung.

Oleh karena itu, untuk mencegahnya dokter akan merekomendasikan agar pasien menurunkan tekanan darah atau kolesterol, baik melalui perubahan gaya hidup atau obat, tergantung kondisi setiap individu.

Beberapa langkah pencegahan serangan jantung yang bisa dilakukan, antara lain:

1. Menerapkan pola makan sehat

Dokter kardiologi dari Sarver Heart Center, University of Arizona, Joseph Alpert, MD mengatakan, makan banyak buah dan sayuran sambil mengurangi asupan garam dapat bermanfaat bagi kesehatan jantung.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Diet DAH misalnya, diketahui menurunkan tekanan darah dan membantu mencegah penyakit kardiovaskular.

Selain itu, hindari konsumsi lemak jenuh dan lemak trans untuk membantu menurunkan kolesterol dan mengurangi risiko masalah jantung.

Baca juga: Mengenal Diet DASH, Diet untuk Orang Hipertensi

2. Rutin aktivitas fisik

American College of Sports Medicine (ACSM) menganjurkan melakukan aktivitas fisik selama 150 menit per minggu. Jika dibagi ke frekuensi misalnya lima kali seminggu, maka kita hanya perlu meluangkan waktu berolahraga minimal 30 menit setiap harinya.

Tidak ada batasan jenis olahraga yang dianjurkan, sebab pada dasarnya semua olahraga baik. Anda bisa melakukan jogging, jalan kaki, bersepeda, berenang, dan lainnya.

John Hipkins Medicine menyebut, olahraga yang lebih dianjurkan adalah aerobik karena dinilai dapat meningkatkan sirkulasi dan mengurangi tekanan darah serta detak jantung.

.Thinkstockphotos .

3. Hindari merokok

Orang yang merokok hingga sebungkus  tiap hari, beresiko dua kali lebih tinggi terkena serangan jantung dibandingkan orang yang bukan perokok.

Menurut sebuah penelitian terhadap lebih dari 20.000 pria di Swedia, ketika seseorang berhenti merokok, mereka dapat mengurangi risiko serangan jantung hingga 36 persen. Penelitian terhadap pria sehat usia 45-79 tahun itu dipantau lebih dari 11 tahun.

Baca juga: Bagaimana Rokok dan Vape Meningkatkan Risiko Virus Corona

4. Check up dan kendalikan risiko penyakit kardiovaskular secara menyeluruh

Beberapa orang memiliki faktor risiko tinggi mengalami serangan jantung, seperti obesitas, merokok, memiliki riwayat keluarga dengan penyakit serupa, tekanan darah tinggi, kolesterol, dan gula darah tinggi.

Oleh karena itu, penting untuk mengendalikan risiko penyakit secara menyeluruh dan lakukan check up kesehatan berkala. 

5. Tidur cukup

Orang dewasa yang tidur kurang dari tujuh jam semalam lebih rentan terkena penyakit terkait jantung seperti serangan jantung, penyakit jantung dan stroke. Sementara itu, satu dari tiga orang dewasa di Amerika Serikat mengatakan mereka tidak cukup tidur.

Baca juga: Sering Ngorok dan Mengantuk Saat Siang? Waspadai Sleep Apnea

Mencegah serangan jantung datang kembali

Menurut Asosiasi Jantung Amerika, sekitar 20 persen orang yang sudah mengalami serangan jantung pertama akan mengalami yang kedua dalam waktu lima tahun. Namun, ada cara untuk mengurangi risiko itu.

Selain perubahan gaya hidup yang disarankan di atas, kita mungkin perlu mengonsumsi obat yang diresepkan oleh dokter, terutama untuk mengurangi tekanan darah tinggi atau kolesterol.

Berusaha menurunkan berat badan yang sehat juga merupakan kunci terhindari dari serangan jantung. Bahkan kehilangan hanya 10 persen dari berat tubuh total juga bisa membantu mengurangi risiko serangan jantung, jika sudah pernah mengalaminya.

Rehabilitasi jantung juga direkomendasikan bagi mereka yang pernah mengalami serangan jantung. Ini adalah program yang diawasi secara medis yang membuat orang berolahraga secara teratur, mendidik mereka tentang cara menjalani hidup yang sehat untuk jantung, termasuk konseling tentang cara mengurangi stres.

Baca juga: Penyebab-penyebab Serangan Jantung yang Tak Terduga

Faktanya, rehabilitasi jantung dapat mengurangi risiko serangan jantung kedua hingga 47 persen.

Di sisi lain perlu disediakan jaringan pendukung yang kuat untuk membuat pola hidup baru tersebut dijalankan secara konsisten.

Jika kita mengalami serangan jantung, tanyakanlah kepada dokter mengenai program rehabilitasi jantung mana yang terbaik kondisi kita.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.