Kompas.com - 05/05/2020, 10:45 WIB
Ilustrasi lelah shutterstockIlustrasi lelah

KOMPAS.com - Kelelahan sudah menjadi bagian dari keseharian manusia modern saat ini. Keluhan lelah atau capek mungkin biasa dilontarkan teman atau pasangan, misalnya karena padatnya pekerjaan atau gara-gara kurang tidur.

Namun, jangan sepelekan gejala ini karena kelelahan ekstrem ternyata bisa menimbulkan kematian.

Kelelahan ekstrem bisa jadi bukan hanya tanda bahwa kita mengalami stres dan tubuh membutuhkan waktu lebih untuk beristirahat.

Kondisi ini bisa menjadi tanda sindrom kelelahan kronis (SKL), sebuah gangguan kompleks yang ditandai dengan kelelahan terus-menerus.

Seringkali kita sulit mendapat diagnosa yang tepat waktu karena tidak ada laboratorium atau tes khusus untuk mengonfirmasi gangguan tersebut sehingga, para dokter belum mampu menentukan penyebab pastinya.

Gejala SKL juga dapat mengacu pada penyakit lainnya, seperti fibromialgia (nyeri otot disertai kelelahan) dan depresi. Faktanya, 90 persen kasus tidak terdiagnosa.

Baca juga: Bagaimana Kelelahan Kerja Sebabkan Gangguan Jantung

Bagaimana kelelahan bisa menimbulkan kematian?

Bekerja terlalu lama atau terlalu giat bisa menyebabkan level stres tinggi. Apalagi jika sebelumnya kita juga kurang istirahat.

Saat stres, jantung akan bekerja lebih keras dari biasanya. Dilansir dari laman Time, dr. Alan Yeung, direktur medis di Stanford Cardiovascular Health, mengatakan bahwa seseorang yang memiliki tingkat stres tinggi akan mengalami peningkatan irama jantung dan tekanan darah.

Kedua kondisi itulah yang kemudian akan meningkatkan risiko terjadinya serangan jantung dan gagal jantung, terutama pada orang-orang yang memiliki riwayat penyakit jantung sebelumnya.

Sebenarnya, hubungan antara jam kerja yang panjang dan penyakit jantung sendiri belum terjelaskan secara gamblang. Namun, para peneliti menyimpulkan bahwa hormon kortisol dan epinephrine yang dilepaskan saat stres, ikut menyumbang masalah jantung pada mereka yang bekerja lembur.

Ilustrasi mengantukShutterstock Ilustrasi mengantuk

Penyakit jantung akibat kelelahan karena bekerja terlalu lama mungkin terjadi dan meningkat risikonya apabila orang tersebut telah memiliki beberapa masalah kesehatan sebelumnya, seperti riwayat penyakit jantung atau stres berkepanjangan.

Penelitian lain juga menunjukkan bahwa kelelahan tidak secara langsung menyebabkan kematian akibat penyakit jantung.

Namun, kondisi stres berkepanjangan dan iskemia-lah yang menyebabkan risiko kematian akibat penyakit jantung meningkat.

Meski tidak menimbulkan kematian secara langsung, namun baiknya kita tidak menyepelekan kelelahan.

Baca juga: Gangguan Psikosomatis, Saat Stres Melampaui Batas

Jika Anda merasa menemukan gejala sindrom kelelahan kronis, jangan ragu untuk mengkonsultasikannya kepada dokter.

Selain itu, beberapa kebiasaan sehat juga bisa Anda terapkan di kehidupan sehari-hari, seperti:

- Makan camilan sehat di tengah pekerjaan.

- Menghindari makanan/minuman bergula siap saji.

- Tidur atau istirahat cukup.

- Mengelola stres.

- Mengurangi konsumsi kafein.

- Minum yang cukup.

- Lebih aktif bergerak.

- Bercanda dengan rekan kerja, kerabat atau keluarga. Humor diketahui dapat meningkatkan fungsi jantung dan produktivitas kerja.

- Pastikan kondisi yang memicu penyakit jantung, seperti diabetes, hipertensi, dan kolesterol terkontrol dengan baik.

Baca juga: 6 Penyebab Kematian Mendadak Selain Karena Serangan Jantung

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.