Kompas.com - 11/05/2020, 15:40 WIB
Ikan Pari yang Memiliki Sengatan Berbahaya. ShutterstockIkan Pari yang Memiliki Sengatan Berbahaya.

KOMPAS.com - Berbulan-bulan diam di rumah saat pandemi Covid-19 tentu membuat kita jenuh. Banyak yang menyiapkan rencana untuk pergi ke suatu tempat, setelah masa karantina usai, seperti pantai.

Namun, yang perlu diingat saat pergi ke pantai adalah ketika cuaca panas, biasanta menjadi momen di mana kita akan menemukan banyak ikan pari di sekitar perairan.

Meski cenderung tidak berbahaya bagi manusia, kita berisiko terkena sengatan ikan pari jika berenang terlalu dekat dengannya.

Baca juga: 6 Tips Agar Terhindar Dari Sengatan Lebah

Berikut ini panduan mencegah sekaligus mengobati sengatan ikan pari.

Tempat tinggal ikan pari

Ikan pari, sekelompok ikan bertulang rawan yang terkait erat dengan hiu, dapat ditemukan di lautan tropis dan subtropis di seluruh dunia.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Meski ditemukan di dekat garis pantai sepanjang tahun, habitat yang mereka sukai adalah air hangat dan dangkal.

Selama cuaca dingin, mereka biasanya mencari air hangat, tetapi ketika cuaca panas, mereka berbondong-bondong ke pantai.

Mengapa ikan pari menyengat?

Ikan pari menghabiskan sebagian besar hidup mereka di dasar lautan, sebagian ditutupi oleh pasir, bersembunyi dari pemangsa dan menunggu mangsa.

Dianggap sebagai hewan jinak oleh kebanyakan ahli, reaksi utama ikan pari terhadap ancaman adalah berenang begitu saja.

Namun, ketika diinjak, mereka akan membela diri dengan sengatan berbisa dan membalas siapa saja yang menyerangnya.

Baca juga: Sediakan Waktu Rutin ke Pantai, demi Kesehatan Mental

Bahaya sengatan ikan pari

Biasanya, sengatan terjadi pada kaki akibat menginjak ikan pari.

Stinger terletak di dekat pangkal ekor, bentuknya keras dan tajam dengan duri menghadap ke belakang, sehingga sulit dihilangkan. Selubung di atas stinger menutupi kelenjar racun.

Ketika seseorang disengat, biasanya mereka mengalami luka sayatan atau tusukan, tetapi bagian dari tulang belakangnya dapat tertinggal.

Sebagian besar kasus jarang berakibat fatal. Rasa sakitnya akan parah dan segera muncul, biasanya memuncak dalam satu atau dua jam namun bisa bertahan hingga 48 jam.

Selain rasa sakit, korban kemungkinan akan berdarah dan mengalami pembengkakan, perubahan warna di lokasi luka, tekanan darah rendah, berkeringat, mual, pusing, sakit kepala, dan kram otot.

Gejala yang lebih parah termasuk kejang, kelumpuhan, penyimpangan irama jantung, dan terkadang, kematian.

Baca juga: Studi Ungkap Orang yang Tinggal di Sekitar Pantai Lebih Bahagia

Mengobati sengatan ikan pari

Jika kita tersengat, siram luka saat masih di dalam air untuk menghilangkan tulang belakang dan fragmen jaringan.

Membilas luka dengan air laut yang asin adalah cara yang lebih baik untuk mencegah infeksi daripada buang air kecil di atas luka.

Keluarlah dari air secara hati-hati, gunakan pinset untuk menghilangkan bagian tulang belakang, tapi jangan melakukan ini jika luka berada di bagian leher, dada, atau perut.

Berikan tekanan untuk menghentikan pendarahan tetapi hindari plester atau jahitan.

Untuk meringankan rasa sakit, rendam luka dalam air panas dengan suhu yang bisa ditoleransi (tidak lebih dari 90 menit).

Terakhir, bersihkan luka dengan sabun dan air, lalu kenakan pakaian.

Jika kita berada di pantai umum, penjaga pantai akan dapat membantu kita dengan langkah-langkah ini.

Namun, ketika situasinya darurat (seperti sengatan pada leher atau dada), segera cari bantuan medis.

Jika sengatan terjadi pada kaki atau tungkai dan tidak ada reaksi alergi yang jelas, rawat luka dan kemudian kunjungi ruang gawat darurat atau dokter untuk tindak lanjut.

Petugas medis akan menghilangkan sisa-sisa tulang belakang dan melakukan X-ray atau CT scan, memberikan suntikan tetanus, atau meresepkan pereda nyeri.

Ketika luka berangsur sembuh, perhatikan tanda-tanda infeksi dan cari bantuan medis yang diperlukan.

Tindakan pencegahan

Sengatan ikan pari sangat tidak nyaman, tetapi mudah dihindari.

Ikan pari biasanya tidak akan menyengat kecuali merasa terancam, jadi cara terbaik menghindari sengatan mereka adalah melakukan "stingray shuffle."

Stingray shuffle adalah menggoyangkan kaki kita di sepanjang dasar laut. Hal ini akan membuat ikan pari takut dan menyingkir.

Baca juga: Ketahui Risiko Penularan Virus Corona di Pantai dan Kolam Renang



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X