Kompas.com - 11/05/2020, 15:53 WIB
Ilustrasi pasangan kencan shutterstockIlustrasi pasangan kencan

KOMPAS.comPertengkaran memang lumrah terjadi dalam sebuah hubungan, baik itu pertengkaran hebat maupun pertengkaran ringan.

Banyak hal bisa menjadi pemicu, namun banyak hal juga yang akhirnya membuat pasangan memutuskan untuk bertahan dan meredam ego bersama.

Berikut adalah beberapa kiat menurut para ahli, tentang cara memulihkan hubungan setelah pertengkaran.

1. Tenangkan dirimu

Jika kamu tidak dapat mengatur emosi, kamu tidak akan dapat menyelesaikan masalah atau konflik saat masih merasa kesal, jelas Elizabeth Clair de Lune, seorang ahli tentang cinta, hubungan, dan seksualitas.

Bergerak dan menari adalah pilihan yang bagus untuk menghilangkan dan menenangkan syaraf. Kamu juga bisa menenangkan diri lewat meditasi, cobalah bernapas dalam-dalam, melalui hidung dan buang melalui mulut.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

2. Renungkan

Akui perasaanmu tanpa berusaha mengubah apa pun. Apakah kamu kesal atau takut sekarang? Apakah kamu kesal atau merasa tidak aman? Biarkan dirimu merasakan emosi itu dan benar-benar mengakuinya.

3. Buat catatan

Catat hal-hal atau kalimat yang berpotensi mengganggu hubunganmu dengan pasangan. Ingatlah bahwa pertengkaran terjadi karena dua belah pihak. Pertimbangkan bahwa mungkin ada bagian dari tindakanmu yang keliru.

“Setelah menyadarinya, kamu akan dapat melakukan percakapan yang produktif dengan pasangan dimana kamu dapat menurunkan egomu,” kata Christie Tcharkhoutian, LMFT.

Hal yang dapat kamu lakukan bersama:

1. Jujurlah soal kapan kamu siap untuk berbicara lagi

Cukup tanyakan pada pasangan, "Apakah dia siap untuk berbicara atau kamu perlu lebih banyak waktu?" saran Tcharkhoutian.

Tidak ada waktu menurunkan emosi yang sama bagi semua orang. Karenanya tunggu sampai kedua pihak nyaman untuk bicara. Mampu meninjau kembali percakapan tanpa ada tekanan satu sama lain adalah kuncinya.

"Hubungan yang baik biasanya diisi dengan kesediaan untuk saling memaafkan," tambahnya.

2. Awali pembicaraan dengan kata saya

Mengawali kalimat dengan "kamu", akan terdengar seperti menuduh atau berusaha menyalahkan pasangan. Maka mulailah dengan "saya".

Misalnya, "Saya merasakan (dengan cara ini),” atau "Saya pikir (hal ini)”. Itu akan menunjukkan bahwa kamu ingin menghindari menyalahkan mereka, tetapi juga bertanggung jawab atas perasaanmu sendiri, de Lune menjelaskan.

“Mengawali kalimat dengan “saya” juga membantumu fokus pada tindakanmu saat pertengkaran terjadi, dan bukan tindakan yang dilakukan pasangan,” jelas Aaliyah Nurideen, MSW, LSW.

3. Dengarkan pernyataan pasangan, tanpa berusaha menyalahkan

Ini lebih tentang usaha memahami pasangan pada saat itu, yang pada akhirnya akan membawa resolusi, tambah de Lune.

Terimalah bagaimana perasaan pasangan tanpa menyalahkan pikiran mereka, sama seperti kamu ingin mereka mendengarkanmu tanpa langsung membantah.

4. Carilah saat-saat tepat untuk bicara

Setelah bertengkar, kamu perlu mengurangi hal-hal yang bisa membuat suasana menjadi tegang kembali.

“Yang paling mudah dilakukan adalah ketika kamu memperkenalkan momen-momen yang membuatmu merasa lega saat berbicara,”kata Gabrielle Usatynski, MA, LPC.

Jika kamu bisa melontarkan lelucon atau tersenyum atas kekonyolan yang selama ini terpendam, lakukanlah.

"Ini bisa berarti menggunakan humor, kehangatan, atau penghargaan bahkan ketika habis bertengkari," tambah Usatynski.

Kamu bisa mengatakan sesuatu seperti:

”Ya Tuhan, saya sangat kesal sekarang, tetapi kamu juga terlihat sangat seksi hari ini sehingga membuatku merasa frustrasi!"

“Pada titik tertentu, kamu harus mengibarkan bendera persahabatan selama perkelahian untuk menghindarinya menjadi lebih parah,” kata Usatynski.




Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X