Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bagaimana Menumbuhkan Anak yang Optimistis di Dunia yang Pesimistis?

Kompas.com - 11/05/2020, 17:16 WIB
Dian Reinis Kumampung,
Bestari Kumala Dewi

Tim Redaksi

Sumber Motherly

5. Singkirkan pidato kebencian

Anonimitas daring dapat memiliki beberapa konsekuensi yang tidak diinginkan. Misalnya, orang berpikir mereka dapat menggunakan bahasa yang penuh kebencian atau berbagi gambar yang menghina tanpa takut ditemukan.

Itu mungkin, tetapi ucapan kebencian bukanlah pelanggaran tanpa korban. Sementara lembaga mulai menghukum mereka yang menyebarkan materi kasar, tidak ada yang harus menunggu sampai itu terjadi.

Jelaskan cara menangani pidato kebencian yakni untuk tidak meresponsnya, menghalangi orang yang melakukannya, melaporkan pelanggar, dan tidak membagikannya dan menyebarluaskannya.

Jika anak-anak hanya dapat memengaruhi satu orang untuk menghilangkan hal-hal negatif, maka mereka akan memengaruhi orang lain, dan mereka akan memengaruhi orang lain lagi, dan begitu seterusnya.

6. Lenyapkan dunia untuk sementara waktu

Peluk anak-ana dan pasangan dan tutup semua yang lain.

Jika mereka semua ada bersamamu, maka kamu tidak akan melewatkan apa pun.

Hanya bersama-sama, apakah itu untuk membaca buku berama, makan malam tanpa gawai, atau berbicara tentang masalah akan membuat kamu kembali dan mengirimkan pesan kepada anak-anak bahwa waktu keluarga lebih diutamakan daripada yang lainnya.

Para ahli merekomendasikan perawatan diri semacam ini, karena penumpukan berita buruk bisa sangat melelahkan dan bahkan melemahkan.

Dan jika itu yang dirasakan orang dewasa, bayangkan bagaimana anak-anak bereaksi terhadap rentetan yang konstan.

Dengan mengelola media dan mendapatkan kembali waktu bersama keluarga, kamu bisa menunjukkan kepada anak-anak apa yang benar-benar penting.

Baca juga: Menjaga Anak Tetap Gembira di Rumah Selama Pandemi

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com