BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan Ever E

Kiat Meningkatkan Imun Tubuh Selama Berpuasa di Tengah Pandemi Corona

Kompas.com - 12/05/2020, 09:26 WIB
Ilustrasi konsumsi vitamin E DMYTRO ZINKEVYCHIlustrasi konsumsi vitamin E

 

KOMPAS.com – Puasa Ramadhan tahun ini menjadi tantangan tersendiri bagi umat Islam di seluruh dunia. Pasalnya, sambil menjalankan ibadah puasa, umat Islam juga harus menjaga daya tahan tubuh agar tidak mudah tertular virus di tengah pandemi Covid-19.

Namun demikian, banyak yang bertanya apakah saat berpuasa tubuh bisa terjaga imunitasnya karena tidak bisa makan dan minum selama kurang lebih 12 jam.

Merespons hal tersebut, Ahli Gizi Universitas Gadjah Mada (UGM), R. Dwi Budiningsari mengungkapkan, puasa bermanfaat pada sistem kekebalan tubuh atau imunitas.

"Sejumlah penelitian menyebutkan berpuasa dapat meningkatkan imunitas. Sebaliknya, belum ada studi yang menyatakan berpuasa berisiko meningkatkan infeksi Covid-19," ujarnya seperti dikutip dari Kompas.com, Jumat (24/4/2020).

Baca juga: Ahli Gizi UGM: Jangan Ragu, Puasa Mampu Tingkatkan Imunitas

Dwi menjelaskan, aktivitas puasa selama 30 hari dapat membantu memperbaiki jaringan-jaringan sel rusak dan merangsang produksi sel darah putih. Hal inilah yang mendasari regenerasi seluruh sistem kekebalan tubuh, sehingga tubuh semakin kuat dalam menangkal berbagai infeksi bakteri, virus, dan penyakit lainnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun demikian, puasa dengan sekadar menahan lapar dan haus saja tidak cukup. Untuk dapat memperoleh manfaat maksimal dari puasa ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Konsumsi makanan sehat dan seimbang

Dwi mengatakan, kualitas dan kuantitas asupan gizi selama puasa sangat penting untuk menjaga kekebalan tubuh.

Oleh karena itu, setiap menu sahur dan berbuka sebaiknya mengandung nutrisi lengkap dengan gizi seimbang, seperti karbohidrat, protein, dan serat.

Untuk jenis makanannya, pilihlah karbohidrat kompleks yang lebih lambat dicerna tubuh sehingga kenyang lebih lama, seperti nasi merah, roti gandum, kentang, ubi jalar, dan kinoa. Perbanyak juga konsumsi sayur dan buah yang kaya serat.

Sebaliknya, hindari konsumsi makanan yang mudah dicerna, seperti karbohidrat sederhana, makanan tinggi lemak, dan tinggi kandungan gula. Contohnya, nasi putih, sereal, kue kering, roti putih, dan madu.

Hindari juga makanan berkadar garam tinggi karena menimbulkan efek cepat haus dan dapat meningkatkan risiko darah tinggi. Misalnya, garam meja, daging dan ikan olahan, dan makanan kalengan.

Konsumsi vitamin

Mencukupi asupan vitamin juga penting agar daya tahan tubuh tetap kuat. Adapun vitamin yang dapat meningkatkan sistem imun tubuh, di antaranya vitamin C, D, dan E.

Vitamin C merupakan vitamin yang berperan menjaga dan meningkatkan daya tahan tubuh untuk melawan penyakit. Beberapa sumber vitamin C, yakni jeruk, brokoli, lemon, tomat, dan bayam

Vitamin D diperlukan untuk membantu penyerapan kalsium pada tulang, menjaga kesehatan otot, dan meningkatkan sistem imun tubuh. Vitamin ini bisa didapatkan dari sinar matahari, ikan salmon, susu, jamur, dan hati sapi.

Ilustrasi vitamin E dalam kemasan soft kapsulAEDKA STUDIO Ilustrasi vitamin E dalam kemasan soft kapsul
Sementara itu, Vitamin E diperlukan tubuh untuk meningkatkan sistem imun, sehingga dapat melawan serangan bakteri dan virus.

Melansir ods.od.nih.gov, vitamin ini merupakan antioksidan yang membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Vitamin E pun baik untuk kesehatan kulit karena membantu proses regenerasi sel kulit dari dalam.

Sayangnya, rata-rata orang Indonesia hanya mengonsumsi 10,4-13,4 IU vitamin E per hari. Padahal, dalam sehari rata-rata tubuh manusia membutuhkan 200-300 IU.

Untuk memenuhinya, Anda dapat mengonsumsi suplemen vitamin E, seperti everE250. Suplemen ini mengandung vitamin E 250 IU yang telah bersertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Itu karena cangkang kapsulnya terbuat dari rumput laut. Bukan gelatin dari tulang hewan.

Pada dasarnya, terdapat dua jenis vitamin E dipasaran, yaitu vitamin E alami dan sintetik. Salah satu ciri vitamin E alami adalah adanya kandungan d-alpha-tocopherol, seperti yang terkandung dalam everE250.

Suplemen dengan vitamin E alami dapat memberikan hasil lebih maksimal karena berpotensi memperbaiki kulit dua kali lebih baik daripada vitamin E sintetik.

Selain meningkatkan imun tubuh, everE250 juga membantu menjaga elastisitas dan kelembapan kulit serta menjaganya tetap muda dengan meregenerasi sel-sel kulit dari dalam. Konsumsi everE250 pun tidak membuat gemuk dan aman untuk wanita hamil.

Untuk informasi lebih lengkap tentang manfaat everE250, Anda dapat mengeceknya pada infografik atau link ini. EverE250 bisa didapatkan di apotek terdekat, seperti Kimia Farma, K24, atau minimarket Alfamart dan Indomaret. Bisa juga melalui distributor PT Marga Nusantara Jaya atau kunjungi online store-nya di konimexstore.com.

Infografis cegah penularan virus Covid-19 dengan menjaga sanitasi, physical distancing, dan mengonsumsi suplemen vitamin E dan C.Infografis oleh EverE250 Infografis cegah penularan virus Covid-19 dengan menjaga sanitasi, physical distancing, dan mengonsumsi suplemen vitamin E dan C.

Tetap berolahraga

Memastikan tubuh tetap aktif bergerak dan berolahraga selama puasa merupakan salah satu aspek penting dalam menjaga daya tahan tubuh. Sebab, olahraga dapat mengurangi risiko infeksi akibat virus.

Menurut dr Donny Kurniawan, waktu yang tepat untuk berolahraga ketika puasa adalah 60-90 menit sebelum berbuka puasa. Olahraga juga bisa dilakukan setelah berbuka puasa atau sesaat sebelum sahur.

Baca juga: Waktu Terbaik untuk Olahraga Selama Puasa Menurut Dokter Persija

"Hal yang perlu diingat sebelum berolahraga adalah intensitasnya. Mengingat kita dalam kondisi puasa, otomatis tubuh kita kekurangan energi, yang penting jangan berlebihan," ucap Donny dikutip dari Kompas.com, Sabtu (2/5/2020).

Istirahat cukup

Idealnya waktu istirahat atau tidur malam yang cukup untuk menjaga kesehatan tubuh adalah 8 jam sehari. Namun, ketika puasa biasanya waktu tidur akan berkurang karena harus bangun sahur.

Untuk mengatasi hal tersebut, ada beberapa cara yang dapat dilakukan. Pertama, tidur lebih awal. Misalnya, Anda biasa tidur pukul 10 malam, maka selama bulan Ramadhan usahakan tidur 1 jam lebih awal.

Pasalnya, jika tidak tidur tidur lebih awal, jam tidur selama Ramadhan bisa berkurang rata-rata 40 menit per hari.

Cara selanjutnya, yakni menyempatkan tidur di siang hari. Cukup luangkan waktu 20-30 menit tidur siang untuk memulihkan energi serta memenuhi jam tidur yang berkurang.

Jangan lupa juga untuk selalu menjaga kebersihan tubuh dan menerapkan physical distancing. Dengan begitu, Anda bisa menjaga tubuh tetap sehat selama berpuasa dan mengurangi risiko penyebaran virus corona.


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.