Kompas.com - 13/05/2020, 09:53 WIB
. SHUTTERSTOCK.

KOMPAS.com“Everything connected to everything”.

Pernyataan tersebut menjadi kalimat pembuka Medianta Tarigan, Dosen Departemen Psikologi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung.

Di hadapan 120 peserta program Career Coaching, Conseling, and Preparations Sekolah Bisnis Manajemen (SBM) ITB, ia menggambarkan keterkaitan pernyataan itu dengan revolusi industri 4.0.

Revolusi Industri 4.0 adalah nama tren otomatis serta pertukaran data teranyar dalam teknologi pabrik.

Baca juga: Naik Jabatan Tak Hanya Berbekal Kompetensi

“Di era ini, semuanya saling terhubung, sangat dinamis, situasi selalu berubah-ubah tak pernah stabil dan menimbulkan ketidakpastian,” ujar Medianta melalui Webex, Selasa (13/5/2020).

Pada era ini, terdapat paradigma baru, yakni pengaruh terbesar ada di human capital. Sekarang adalah zaman berebut talent yang tepat, untuk mengisi berbagai posisi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Berbeda dengan zaman dulu, di mana mesin menjadi pengaruh besar dalam kemajuan perusahaan.

Demi menjawab kebutuhan tersebut, seseorang harus memiliki delapan kompetensi untuk sukses di era 4.0.

Baca juga: Suami yang Rajin Mencium Istri Cenderung Sukses dalam Karier

Kedelapan kompetensi itu adalah:

1. Memimpin dan memutuskan

Untuk mengukur kemampuan seseorang bisa memimpin dan memutuskan. Ada beberapa pertanyaan yang bisa dijawab.

Yakni, apakah kamu pernah memimpin sebuah proyek dengan anggota tim lebih dari 20 orang dan konsumen lebih dari 100 orang?

Kemudian, pernahkan mengambil keputusan penting dalam bisnis maupun sebuah proyek?

Lalu, pernahkah menginisiasi sebuah kegiatan yang berdampak pada masyarakat atau pun bisnis?

Bila jawabannya ya, maka kemungkinan besar orang tersebut berkompeten memimpin dan memutuskan.

“Bagi yang baru mulai, jangan dulu berfikir honor, kompetensi saja dulu."

"Sebenarnya kita bisa mencuri ketertinggalan dengan memanfaatkan masa pandemi ini, dengan terus belajar,” tutur dia.

2. Mendukung dan bekerjasama

Bekerjasama menjadi kunci sukses di era 4.0. Untuk itu kita harus bisa bekerjasama dengan berbagai karakter orang dalam sebuah proyek.

Orang itu pun memiliki personal values yang dipegang teguh. Baru kemudian, mampu bekerjasama dengan orang berbeda karakter dengan dirinya.

Baca juga: Cegah Corona dengan Kerja di Rumah, Ini 8 Tips Agar Tetap Produktif

“Kita tidak harus bekerjasama dengan orang yang kita sukai. Ketika kita bisa bekerjasama dengan karakter yang bertolakbelakang, berarti kita bisa memenuhi poin ini,” ungkap Medi.

3. Berinteraksi dan presentasi

Pada poin ini, kita harus memiliki kemampuan membangun dan menjalin relasi dengan siapa pun, bahkan yang tidak dikenal sekali pun.

Kita pun harus mampu meyakinkan ide besar proyek atau bisnis kepada orang lain.

Hal penting lainnya, kita harus mampu mempresentasikan sebuah proyek atau bisnis di depan umum atau orang-orang penting.

4. Menganalisis dan menafsirkan

Kemampuan menganalisis bisnis atau situasi untuk menyelesaikan permasalahan atau mengubahnya menjadi strategi akan menjadi kekuatan.

Apalagi jika kemampun analisis itu ditambah dengan penguasaan teknologi seperti coding, desain, dan lainnya. Atau, memiliki keahlian tertentu seperti memasak dan berkebun.

“Contohnya iPhone. Dijual berapa pun enggak ada yang protes. Karena enggak ada yang punya IOS selain iPhone,” ucap Medi.

Baca juga: Bukan Hanya Kantor, Konsep Open Space Juga Bisa Diterapkan di Rumah

5. Menciptakan dan membuat konsep

Ini adalah kompetensi yang wajib dimiliki. Cara untuk mencapainya, kita harus selalu mengembangkan kemampuan.

Kita juga harus memiliki ide inovasi bisnis yang belum ada di pasaran serta membuat rencana detail, strategi, untuk mengejar target.

“Peluang bisnis yang memiliki konsumen spesifik selalu terbuka. Dulu konsumen sayur organik sangat sedikit karena mahal. Tapi pasarnya selalu ada,” imbuh dia.

6. Pengorganisasian dan pelaksanaan

Selanjutnya, kita harus mampu membuat rencana dan mengorganisasikan proyek atau bisnis.

Bagi yang masih awal, harus mampu mengikuti tahapan dan prosedur berbisnis atau arahan dari pengarah proyek.

7. Beradaptasi dan mengatasi

Beradaptasi akan selalu menjadi hal yang penting. Untuk itu, kita harus mampu melakukan perubahan dalam bisnis atau proyek karena tuntutan situasi tertentu.

Baca juga: Merasa Mudah Lelah saat Kerja dari Rumah, Ini Solusinya

Kemudian, kita harus bertindak cepat dan tepat dalam merespons sistuasi dan bangkit dari kegagalan.

8. Giat dan berkinerja

Kompetensi terakhir ini berkaitan dengan personal goals. Salah satunya, kita harus memiliki visi pribadi dalam bisnis dan proyek yang ada.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.