Kompas.com - 13/05/2020, 15:19 WIB

KOMPAS.com - Setiap orangtua pasti menginginkan anaknya tumbuh sehat.

Alasan itu pula yang menjadi jawaban mengapa pasar vitamin dan suplemen kesehatan anak bisa tumbuh subur dan laris di tengah masyarakat. 

Apalagi, bila ada keyakinan orangtua bahwa anak mereka tidak selalu makan dengan baik.

Nah, untuk itu tentu diperlukan pemahaman yang benar mengenai bagaimana cara memilih vitamin atau pun suplemen yang tepat untuk si buah hati.

Baca juga: 5 Jenis Vitamin Rambut Pria yang Aman Digunakan

Pemahaman semacam ini, belum tentu dimiliki oleh setiap orangtua bukan? 

1. Perlu vitamin?

Pertama-tama, kita perlu mendapatkan jawaban yang tepat soal apakah anak-anak memang membutuhkan vitamin dan suplemen?

"Jika si kecil menjalani pola makan sehat dan seimbang, maka ia mungkin tidak membutuhkan suplemen," kata Lynette Goh, ahli diet senior di National Healthcare Group Polyclinics, Singapura.

"Suplemen hanya dimaksudkan untuk 'mengisi kekosongan' jika dia tidak makan dengan baik," sambung Goh.

Baca juga: Konsumsi Vitamin D Bisa Pengaruhi Angka Kematian Covid-19

Lalu, jika si anak memiliki kondisi medis yang mengharuskannya untuk mengonsumsi vitamin tertentu, maka pilihannya harus datang dari rekomendasi dokter anak.

2. Pilih yang "general"

Langkah selanjutnya, jika pun orangtua memutuskan untuk memberikan suplemen untuk anak, Goh memberikan pendapatnya.

Dia menyarankan, untuk memberi anak multivitamin atau suplemen mineral umum, tetapi pastikan itu tidak melebihi 100 persen dari kebutuhan harian yang direkomendasikan.

Nutrisi utama yang dibutuhkan anak untuk perkembangan yang sehat adalah vitamin A, B, C dan D, zat besi, kalsium, dan asam folat.

3. Jika anak dalam pengobatan

Jika anak masih dalam masa pengobatan dengan meminum obat dari dokter, maka penambahan suplemen pun perlu dikonsultasikan.

Baca juga: Konsumsi Vitamin D untuk Atasi Depresi, Ampuhkah?

Sebab, ada beberapa obat yang tidak bisa berinteraksi baik dengan vitamin dan mineral tertentu.

Sehingga, mungkin pada akhirnya penambahan suplemen tersebut bisa menyebabkan reaksi yang justru merugikan.

"Jadi, jika anak kita sedang dalam pengobatan, tanyakan kepada dokter apakah boleh memberinya suplemen untuk anak-anak," cetus Goh.

4. Jangan ikut tren, dan "lebih banyak" tidak lebih baik

Hanya karena suplemen baru mengklaim dapat meningkatkan kesehatan atau kekebalan otak anak, itu tidak berarti kita harus langsung membelinya.

Lalu Goh pun menekankan untuk melupakan mentalitas “lebih banyak lebih baik” - megavitamin, vitamin dosis besar, atau vitamin tambahan di atas multivitamin harian. 

Sebab, kata dia, dampaknya justru bisa-bisa meracuni si anak.

Baca juga: Kulit Kering hingga Gusi Berdarah, Tanda Anak Kekurangan Vitamin C

Bahkan jika si kecil pun, kita tidak boleh memberinya dosis ekstra dengan harapan dia akan pulih lebih cepat.

5. Hindari suplemen herbal

Ginkgo, dan suplemen herbal lainnya tidak disarankan untuk anak-anak. "Tidak ada jaminan kekuatan, kemurnian, atau keamanan produk bagi anak," kata Goh.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.