3 Tips Melatih Anak Fokus Sekolah dari Rumah Selama Pandemi

Kompas.com - 13/05/2020, 22:15 WIB
ilustrasi anak belajar shutterstockilustrasi anak belajar

KOMPAS.com - Pandemi virus corona membuat anak-anak harus beradaptasi dengan lingkungan dan kebiasaan ketika sekolah.

Pemerintah memutuskan agar sekolah tetap melakukan kegiatan belajar dari rumah. Hal ini membuat anak-anak harus kembali beradaptasi dengan kebiasaan baru, yakni sekolah dengan suasana rumah.

Sebagai bagian dari langkah-langkah untuk memerangi penyebaran covid-19, semua aktivitas belajar sekolah dan universitas berlangsung secara online.

Baca juga: Sulit Atur Anak Belajar di Rumah, Drew Barrymore Menangis

Akibatnya, anak-anak menghadapi kesulitan ketika beradaptasi dengan perubahan cara belajar yang disebabkan oleh pandemi.

Perubahan rutinitas dan tinggal di rumah sepanjang waktu membuat anak-anak kesulitan untuk fokus pada tugas dan mempertahankan konsentrasi mereka, terutama ketika harus mengikuti kelas online dan mengerjakan tugas sekolah.

Berkaitan dengan itu, Unit Konseling Psikologis Universitas Bilgi Istanbul merekomendasikan orangtua mengikuti pendekatan tiga langkah dalam membantu anak-anak agar fokus dan berkonsentrasi saat sekolah dari rumah.

Para penasihat mengatakan, bahwa penting bagi anak-anak berada dalam lingkungan yang tenang dan tenang tanpa gangguan.

Membuat kelas palsu dan memastikan anak-anak memiliki pena dan kertas mereka juga sangat penting, serta menjaga ponsel dalam kondisi diam atau sepenuhnya dimatikan sampai setelah pelajaran.

1. Persiapan singkat sebelum pelajaran meningkatkan perhatian

Menurut evaluasi yang dibuat dalam model pendidikan online, para ahli menemukan bahwa sangat penting bagi anak-anak untuk aktif selama pelajaran.

Aktif dalam arti, bahwa mereka dapat memvisualisasikan informasi dalam pikiran mereka, membuat pertanyaan, dan menyampaikannya kepada instruktur mereka.

Melakukan penelitian pendahuluan singkat, misalnya dengan membaca subjek yang akan dibahas, baik untuk materi pelajaran baru atau menyegarkan pengetahuan sebelumnya, memastikan bahwa anak-anak tidak bosan saat mendengarkan pelajaran.

Anak-anak juga perlu mencatat selama pelajaran, dengan kata-kata mereka sendiri.

Jika mereka terganggu, orangtua harus mendorong anak-anak untuk melanjutkan pelajaran yang ditinggalkan dan tidak membiarkan anak-anak mengatakan “aku merindukan sekolah”.

Baca juga: Proses Belajar Jarak Jauh di Indonesia Bermasalah, Apa Solusinya?

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X