Kompas.com - 16/05/2020, 12:57 WIB

KOMPAS.com - Kebutuhan nutrisi dan energi anak hingga usia enam bulan tidak dapat tercukupi hanya dengan pemberian air susu ibu (ASI).

Oleh karena itu, pada usia enam bulan ke atas anak perlu diberikan makanan pendamping ASI (MPASI) untuk membantu memenuhi kebutuhan gizinya.

Namun, tak jarang ibu justru menemukan bayinya tak lahap saat menyantap MPASI.

Baca juga: Kiat Menyiapkan MPASI Anti Ribet ala Zee Zee Shahab

Duh, bagaimana cara agar anak mau lahap menghabiskan MPASI-nya, ya?

Dokter Spesialis Anak, dr. Miza Dito Afrizal, SpA, Bmedsci, MKes memberikan dua tips sederhana yang bisa diterapkan oleh ibu.

1. Pastikan rasa makanannya enak

Menurut Miza, ini adalah hal yang sering dilupakan oleh ibu.

Banyak ibu terlalu fokus memasukkan banyak bahan makanan ke MPASI untuk bayinya tanpa memastikan rasa dari MPASI itu sendiri.

Bayi sudah memiliki indera pengecap sejak ada di dalam kandungan, oleh karena itu penting untuk memastikan rasa MPASI nikmat, agar dia lahap.

"Jangan mementingkan isi dari MPASI-nya pakai ini itu, tapi begitu kita cobain enggak enak. Kalau kita aja enggak mau makan, berarti wajar kalau anak enggak mau makan."

Baca juga: MPASI Rumahan Tidak Sama dengan MPASI Murahan

Demikian diungkapkan Miza dalam Johnson’s Virtual Expert Class, Jumat (15/5/2020).

2. Buat jadwal makan

Sama seperti orang dewasa, anak akan makan lahap ketika lapar. Maka, penting agar ibu membuat jadwal makan anak.

Berdasarkan penelitian, kata Miza, waktu pengosongan lambung bayi membutuhkan waktu sekitar dua jam.

Oleh karena itu, usahakan dua jam sebelum, dan setelah proses makan anak tidak diberi apa pun, baik itu ASI maupun camilan.

Harapannya, pada saat waktu makan tiba, perut anak sedang dalam kondisi kosong sehingga akan makan dengan lahap.

"Terus makanannya juga enak, jadi anak makannya akan lahap," ujar Miza.

Baca juga: Cegah Bayi Sembelit Saat Diberikan MPASI

Dalam kesempatan yang sama, Miza juga mengingatkan agar orangtua memperhatikan nutrisi di dalam MPASI, baik mikronutrien maupun makronutrien.

Hal ini penting dilakukan agar anak tak mengalami malnutrisi.

Dalam MPASI sebaiknya mengandung empat nutrisi penting yang berupa karbohidrat yang menjadi sumber energi.

Juga harus mengandung protein, lemak, serta buah, atau sayur dalam jumlah sedikit sebagai bentuk pengenalan kepada anak.

Namun, konsumsi serat pada MPASI sebaiknya dibatasi. Sebab, kandungan serat yang berlebihan pada MPASI dapat menyebabkan terjadinya sembelit pada anak.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.