Adaptasi atas "Normal Baru" dalam Pandemi Corona

Kompas.com - 18/05/2020, 11:52 WIB
Petugas bersiap menyemprotkan cairan disinfektan di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Minggu (22/3/2020). Pemprov DKI Jakarta melakukan penyemprotan fasilitas umum menggunakan cairan disinfektan di lima wilayah DKI Jakarta untuk mencegah penyebaran virus Corona atau COVID-19. ANTARA FOTO/APRILLIO AKBARPetugas bersiap menyemprotkan cairan disinfektan di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Minggu (22/3/2020). Pemprov DKI Jakarta melakukan penyemprotan fasilitas umum menggunakan cairan disinfektan di lima wilayah DKI Jakarta untuk mencegah penyebaran virus Corona atau COVID-19.

Oleh: Dra Ninawati, MM

SYAHDAN Kota Oran lockdown gara-gara dilanda epidemi sampar yang ganas. Mendadak Oran jadi kota tertutup. Warga tidak bisa keluar masuk kota. Orang di dalam tidak bisa keluar kota, yang di luar kota tidak bisa pulang.

Dalam kota yang tertutup itu antara lain ada dokter Bernard Rieux, pastur Paneloux, Jean Terrau, dan Joseph Grand yang menjadi tokoh penting di Sampar, novel Albert Camus, yang diterjemahkan NH Dini (1985).

Berbeda dengan tokoh-tokoh lainnya, Grand di sepanjang novel itu digambarkan sebagai orang yang tidak bisa beradaptasi.

Alih-alih terlibat dan membantu dalam penanganan sampar--apalagi terlibat dalam perdebatan eksistensial khas Camus, seperti yang terjadi antara Rieux, Paneloux, dan Terrau--Grand lebih memilih menghabiskan energinya untuk mencari cara agar bisa keluar dari Oran menemui isterinya yang terjebak di luar kota.

Dalam pandemi corona sekarang ini, barangkali banyak dari kita yang seperti Grand, pribadi yang sulit untuk beradaptasi dengan "lingkungan baru".

Lingkungan baru yang diperlukan untuk memutus rantai penularan corona yang berupa aneka pembatasan aktivitas warga meliputi pembatasan sosial berskala besar (PSBB), "tinggal di rumah saja", jaga jarak (social/physical distancing), dan lain-lain.

Baca juga: Simak, Panduan Protokol Kesehatan Pencegahan Covid-19 untuk Sambut New Normal

Entah sampai kapan kondisi "tidak normal" itu akan berlangsung. Memang sering juga kita mengalami kondisi tidak normal, dan kita juga harus beradaptasi, dan berhasil beradaptasi.

Tetapi biasanya kondisi tidak normal itu berlangsung singkat, dan itu yang menentukan keberhasilan dalam beradaptasi. Namun, kondisi saat ini berbeda. Kiranya belum pernah kita alami sebelumnya.

Yang jelas, kondisi baru ini sedikit banyak mengubah aktivitas rutin yang sudah dilakukan bertahun tahun, bahkan puluhan tahun. Situasi baru yang datang sangat tiba-tiba, mendadak tanpa persiapan sebelumnya.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X