Kompas.com - 20/05/2020, 08:40 WIB
Ilustrasi tanaman obat shutterstockIlustrasi tanaman obat
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Di saat obat-obatan belum tersebar luas, masyarakat zaman dahulu menggunakan tanaman untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit dan keluhan kesehatan yang mereka rasakan.

Menurut badan kesehatan dunia, World Health Organization (WHO), ada 21 ribu spesies tanaman obat, yang tersebar di seluruh dunia. Tidak heran kalau hingga saat ini, kemanjuran tanaman obat masih dipercaya.

Dari banyaknya tanaman obat itu, ternyata ada beberapa yang mudah ditanam di halaman atau bahkan dalam rumah. Selain itu, manfaatnya juga sangat banyak dan tentunya menyehatkan. Mari mengenal tanaman obat dan mulai menanamnya sendiri di rumah.

Beragam tanaman obat untuk hidup yang lebih sehat

Setiap tanaman obat tentu memiliki kemampuan yang berbeda-beda, untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit.

Jangan salah, beragam tanaman obat bisa meredakan gejala sejumlah penyakit seperti gangguan pencernaan, sakit kepala, batuk, pilek, hingga cemas dan stres.

1. Kemangi

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ilustrasi kemangishutterstock Ilustrasi kemangi
Kemangi adalah tanaman obat yang ternyata juga lezat disantap. Jika kamu penggemar makanan khas Sunda, seperti lalapan atau pecel, biasanya daun tanaman ini sering dijadikan sebagai “pelengkap” yang menambah aroma wangi, pada makanan.

Ternyata, sebagai tanaman obat, kemangi memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, termasuk meningkatkan nafsu makan, meredakan gejala perut kembung, hingga mengobati luka goresan yang ada pada kulit.

Sebuah laporan yang dirilis dalam Iranian Red Crescent Medical Journey pada 2016 menyebutkan, daun kemangi memiliki efek yang sama seperti tanaman peterseli dan spearmint, dalam mengobati perut kembung.

2. Kamomil (chamomile)

Ilustrasi chamomileshutterstock Ilustrasi chamomile
Pernahkah kamu melihat nama kamomil dalam menu restoran atau kafe? Ya, tanaman obat ini biasanya dijadikan teh, dan aromanya pun harum.

Bagian kepala dari bunga tanaman kamomil, diambil untuk dijadikan obat untuk meredakan gangguan pencernaan, peradangan dan iritasi kulit.

Aroma harumnya yang menyerupai wangi buah apel, bisa meredakan gejala gangguan cemas dan rasa tegang yang dirasakan.

Dalam perannya sebagai penyembuh iritasi kulit, kamomil akan meredakan kekeringan, gatal-gatal, dan kemerahan pada kulit yang mengalami peradangan dan iritasi.

3. Ketumbar

Ilustrasi ketumbarshutterstock Ilustrasi ketumbar
Tanaman obat ketumbar, yang juga dikenal sebagai Cilantro, seringkali digunakan dalam menu makanan khas Meksiko, Thailand, atau India.

Beberapa orang mungkin tidak percaya kalau ketumbar adalah tanaman obat dengan segudang manfaat kesehatan.

Beberapa studi membuktikan, ketumbar sebagai tanaman obat adalah “sahabat” dari pencernaan manusia, karena mampu menghilangkan zat beracun dari dalam sistem pencernaan.

Tanaman ketumbar akan tumbuh subur pada daerah yang lembap serta memiliki udara dingin. Jika ingin menanamnya, pastikan hawa di rumah Anda segar.

4. Lemon balm

Ilustrasi tanaman lemon balmunimode Ilustrasi tanaman lemon balm
Tanaman lemon balm (Melissa officinalis) yang memiliki dedaunan dengan aroma wangi ternyata memiliki efek antispasmodic, yang menenangkan perut dan juga sistem saraf.

Pada sebuah studi beberapa tahun lalu, tanaman lemon balm terbukti bisa membantu melawan virus herpes, jika dioleskan pada kulit.

Namun ingat, jika ingin menanamnya, pastikan bahwa daun-daun lemon balm digunakan sebelum melewati usia 6 bulan. Sebab, potensi manfaat kesehatannya akan berkurang, jika umurnya sudah melebihi 6 bulan.

5. Peppermint

Ilustrasi peppermintshutterstock Ilustrasi peppermint
Spearmint dan peppermint merupakan tanaman dengan aroma yang begitu khas. Jika pernah mengonsumsi permen karet atau pasta gigi, kemungkinan besar, Anda sudah tidak asing lagi dengan wangi kedua tanaman itu.

Keduanya memang menyehatkan. Namun peppermint dikenal sebagai tanaman obat yang lebih menyehatkan, dibandingkan “saudara” dekatnya, spearmint.

Ketika dicampurkan ke dalam teh, peppermint bisa meredakan ketidaknyamanan yang dirasakan pada sistem pencernaan.

Saat kamu sedang merasa mual dan muntah-muntah, peppermint dalam bentuk teh, juga bisa meredakannya.

Jika digunakan dalam bentuk topikal atau obat oles, peppermint bisa meredakan nyeri otot.

Bila ingin menanamnya, pastikan daerah rumah Anda lembap dan berhawa sejuk. Selain itu, langsung petik daunnya, sebelum bunganya tumbuh. Sebab, daun peppermint bisa terasa sangat pahit, jika dimakan setelah bunganya tumbuh.

6. Lavender

Ilustrasi lavenderlola1960 Ilustrasi lavender
Tidak salah jika tanaman obat lavender, disebut sebagai tanaman ajaib. Sebab, dengan mencium wanginya saja, seseorang bisa merasa tenang dan rileks.

Ketika kulit luka atau tergores, lavender juga bisa dioleskan ke area yang luka, dan meredakan rasa sakitnya.

Namun, jika memiliki tekanan darah rendah, jangan pernah gunakan minyak tanaman lavender ke dalam bak mandi. Sebab, minyak dan aroma tanaman lavender, bisa menurunkan tekanan darah tubuh.

7. Rosemary

Ilustrasi. Ilustrasi.
Tanaman rosemary masuk ke dalam golongan Lamiaceae, sama seperti lavender dan kemangi. Selain beraroma wangi, tanaman obat ini ternyata mengandung zat besi, kalsium, dan vitamin B-6.

Rosemary juga memiliki komponen antioksidan yang dipercaya bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan sirkulasi darah. Bahkan, negara-negara Eropa seperti Jerman saja, menggunakan rosemary untuk mengobati gangguan pencernaan.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Therapeutic Advances in Psychopharmacology, aroma tanaman rosemary ini dapat meningkatkan konsentrasi dan memperbaiki suasana hati.

8. Thyme

Ilustrasi thymeshutterstock Ilustrasi thyme
Minyak tanaman thyme ternyata bisa digunakan sebagai antibakteri dan antiseptik, serta meringankan pilek dan flu.

Lebih dari itu, beberapa tumbuhan thyme yang tumbuh di Pakistan dan Afganistan juga bisa menurunkan tekanan darah dan kadar kolesterol tinggi dalam tubuh.

Tanaman obat yang bisa tumbuh sampai 15-30 cm ini dapat ditanam di sebuah pot yang berisikan tanah, dan membutuhkan sinar matahari untuk bisa tumbuh.

Sebelum memilih tanaman obat yang ingin ditanam di rumah, pastikan bahwa udara dan hawa daerah rumah, mendukung pertumbuhan tanaman obat yang dipilih. Selain itu, jangan asal mengonsumsinya. Sebab, kita tetap memerlukan pengawasan dan anjuran dari dokter.

Baca juga: Tanaman Kini Diresepkan untuk Atasi Kecemasan dan Depresi

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.