Waspadai Gigitan Nyamuk pada Bayi

Kompas.com - 20/05/2020, 13:50 WIB
Anak tidur dengan jaring agar terhindar dari gigitan nyamuk. Anak tidur dengan jaring agar terhindar dari gigitan nyamuk.

KOMPAS.com – Tinggal di wilayah beriklim hangat yang disukai nyamuk, membuat kita rentan gigitannya. Tidak sekadar mengganggu dan bikin gatal, nyamuk termasuk hewan yang jadi pembawa penyakit.

Salah satu penyakit yang ditimbulkan nyamuk dan bersifat endemik adalah demam berdarah dengue (DBD). Walau kita masih fokus pada penularan Covid-19, namun jangan lengah dengan gigitan nyamuk Aedes aegypti yang senang bersarang dan berkeliaran di sekitar rumah.

Seperti diberitakan Harian Kompas (06/4/2020) Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Achmad Yurianto menyebut, peningkatan kasus DBD cenderung terjadi pada masa pancaroba pada bulan April-Mei.

Orangtua perlu waspada karena menurut data 90 persen penyakit DBD menjangkiti anak, balita, dan bayi.

Baca juga: Ahli Minta Masyarakat Waspada DBD di Tengah Pandemi Corona

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia, ada beberapa faktor yang membuat anak jadi kelompok yang rentan.

Daya tahan tubuh anak memang cenderung lebih rentan dan sering berada di dalam rumah. Sementara, nyamuk DBD memang nyamuk rumahan yang juga senang berada di sekitar lingkungan anak-anak.

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk melindungi diri dari nyamuk, terutama untuk bayi dan balita. Misalnya saja dengan memasang kelambu di tempat tidur bayi, menyelimuti tubuh anak, menciptakan kamar tidur yang bebas nyamuk dengan menyingkirkan baju-baju tergantung di pintu atau menumpuk barang di kamar.

Gigitan nyamuk juga dapat membuat bayi dan balita rewel karena rasa gatal, untuk itu segera atasi dengan memberikan bedak yang mengandung mentol pada bebas gigitan nyamuk. Sensasi dingin dari mentol dapat mengurangi rasa gatal.

Cara lain adalah dengan mengoleskan minyak telon. Saat ini cukup banyak produk minyak telon yang dilengkapi dengan bahan-bahan yang tidak disukai nyamuk.

Menurut Brand Manager Telon Lang Plus, Ratu Anggi, kandungan yang tidak disukai nyamuk misalnya saja Natural Rhodhinol. Zat tersebut juga menjadi andalan dalam produk Telon Lang Plus.

Baca juga: Apa yang Terjadi dengan Tubuh setelah Digigit Nyamuk Demam Berdarah?

“Produk ini juga memiliki campuran dari tiga jenis minyak alami yang terdiri dari : Oleum cajuputi (minyak kayu putih), Oleum anisi (minyak adas manis), dan Oleum cocos (minyak kelapa). Sesuai dengan kata ‘telon’ yang berasal dari kata ‘telu’ dalam bahasa Jawa yang bermakna ‘tiga’,” katanya.

Selain itu, upaya sederhana yang terbukti efektif untuk mencegah DBD adalah gerakan 3M yaitu: Menguras bak penampungan air seminggu sekali dan menyikat kamar mandi, Menutup tempat penampungan air agar tidak menjadi sarang nyamuk, serta Mengubur barang-barang yang tidak terpakai yang bisa berpotensi menimbulkan genangan.

 

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X