Kelelahan Kronis, Efek Samping Setelah Sembuh dari Covid-19

Kompas.com - 20/05/2020, 20:13 WIB
Ilustrasi pasien virus corona dalam masa penyembuhan penyakit Covid-19. ShutterstockIlustrasi pasien virus corona dalam masa penyembuhan penyakit Covid-19.

KOMPAS.com – Meski sudah dinyatakan sembuh dari Covid-19, tetapi ternyata sebagian besar penyintas masih merasakan efek dari virus ini, yaitu kelelahan kronis.

Perasaan lelah yang dirasakan tersebut dilaporkan ribuan penyintas. Para ilmuwan pun sampai saat ini masih terus berupaya mengenali rahasia virus Covid-19 dan efeknya dalam jangka panjang pada manusia.

Pada kasus yang berat, ada kekhawatiran terjadinya kerusakan organ-organ utama.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan, pasien Covid-19 yang penyakitnya tidak terlalu berat akan sembuh dalam waktu dua minggu dan bisa sampai enam minggu pada kasus yang serius.

Kendati begitu, pada pasien yang penyakitnya tergolong ringan pun melaporkan gejala kelelahan dan juga susah bernapas meski sudah melewati masa pemulihan.

Profesor penyakit menular di sekolah kedokteran Liverpool, Inggris, Paul Garner, juga mengalaminya setelah ia sembuh dari Covid-19.

“Saya sudah pernah sakit dengue dan malaria, tetapi saya belum pernah merasa sakit seperti sekarang dan itu sangat menakutkan karena sulit ditebak,” kata Garner yang didiagnosis di usia 59 tahun.

Ia mengatakan, lamanya penyakit ini membuatnya merasa kesulitan. Sampai saat ini pun ia masih menghadapi gejala kelelahan.

“Kamu bisa merasa baik-baik saja dan mendadak di sore hari gejalanya muncul seperti kepala kita dipukul raket,” ujarnya.

Baca juga: Cerita Penyintas Covid-19, Termotivasi Semangat Para Tenaga Medis...

Studi jangka panjang

Penelitian mengenai Covid-19 dan dampaknya bagi tubuh kini sedang dilakukan oleh tim dari St. Vincent Hospital Sydney, Australia. Penelitian itu akan berlangsung selama satu tahun.

“Kami tertarik untuk mengetahui efek dari Covid-19. Penyakit ini punya spectrum yang luas, dari yang akut, yang gejalanya hanya seperti penyakit infeksi saluran pernapasan ringan, hingga pneumonia berat,” kata ketua peneliti pakar penyakit menular, Profesor Greg Dore.

Salah satu penyintas yang terlibat dalam penelitian tersebut, Alex Lewis, mengaku masih merasakan efeknya dua bulan setelah dinyatakan sembuh Covid-19.

“Dulu saya adalah orang yang bugar, tapi sekarang tidak lagi. Rasa kelelahan ini datang dan pergi,” katanya.

Baca juga: UPDATE 20 MEI: Total 4.575 Pasien yang Sembuh dari Covid-19



Sumber ABC
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X