Kompas.com - 21/05/2020, 11:15 WIB

Pada saat yang sama, beberapa perusahaan penghasil untung besar telah dituduh melakukan “coronawashing” atau menggunakan pandemi sebagai sarana promosi.

Yang lain, seperti ASOS dan Boohoo, telah menghadapi kritik karena mengambil untung dari krisis dengan membuat “masker mode" dalam cetakan leopard dan paisley yang menawarkan sedikit atau tidak ada perlindungan yang terbukti.

Masker Skims masing-masing dibanderol 8 Dolar AS atau sekitar Rp 117.000, dan tersedia dalam warna bernama and, clay, sienna, cocoa, and onyx.

Baca juga: Akhirnya, Kim Kardashian Ganti Nama Kimono pada Produk Underwear-nya

Mengingat bahwa masker itu adalah masker non-medis, situs web memperingatkan bahwa masker itu bukan respirator dan tidak akan menghilangkan risiko tertular penyakit atau infeksi, dengan kata lain memakainya akan tampak lebih seperti gaya daripada tindakan pencegahan penyebaran virus corona.

Ada kekhawatiran bahwa harus mengenakan masker menjadi wajib, garis antara kebutuhan dan pernyataan mode akan kabur, dan lengan industri ini akan menjadi lebih besar. 

Ini bukan pertama kalinya merek Kardashian memicu kontroversi rasial. Skims awalnya diluncurkan pada 2019 sebagai Kimono, sebuah nama yang menuai kritik karena dianggap melecehkan pakaian budaya Jepang.

Walikota Kyoto, Daisaku Kadokawa, menulis surat terbuka kepada Kardashian-West meminta agar kata kimono tidak boleh dimonopoli dan memintanya untuk mempertimbangkan kembali nama merek, yang sepatutnya dia lakukan.

Baca juga: Kamu Bisa Memakai Bokong Kim Kardashian...

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.