Hati-hati, Virus Corona Sangat Mudah Menyebar di Toko Baju

Kompas.com - 22/05/2020, 12:47 WIB
Warga mengunjungi Pasar Musi di Depok, Jawa Barat, Senin (18/5/2020). Meskipun Kota Depok telah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap ke-3 hingga 26 Mei 2020, namun masih banyak warga di pasar tersebut yang melanggar aturan tersebut dengan berkerumun, tidak menggunakan masker dan tidak menjaga jarak fisik saat pandemi COVID-19. ANTARA FOTO/ASPRILLA DWI ADHAWarga mengunjungi Pasar Musi di Depok, Jawa Barat, Senin (18/5/2020). Meskipun Kota Depok telah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap ke-3 hingga 26 Mei 2020, namun masih banyak warga di pasar tersebut yang melanggar aturan tersebut dengan berkerumun, tidak menggunakan masker dan tidak menjaga jarak fisik saat pandemi COVID-19.

KOMPAS.com – Pemberitaan di media arus utama atau pun sosial akhir-akhir ini diramaikan dengan gambaran kerumunan orang di pusat perbelanjaan menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Dalam cuplikan-cuplikan kejadian tersebut diperlihatkan bagaimana warga berinteraksi tanpa menghiraukan imbauan social distancing.

Kondisi tersebut mendorong ahli epidemiologi Universitas Padjadjaran ( Unpad), Bandung, Panji Fortuna Hadisoemarto angkat suara.

Baca juga: Tips Memilih Masker Motor yang Aman saat Pandemi Corona

Ia meminta masyarakat untuk memahami, gelombang pertama penularan virus corona ( Covid-19) di Indonesia, termasuk Jawa Barat, belumlah tuntas.

“Gelombang pertama yang belum selesai ini juga berpotensi naik drastis jika tidak ada pengetatan PSBB,” ujar Panti, belum lama ini.

Panji lalu menjelaskan bagaimana virus corona bisa menyebar dengan mudahnya di pusat niaga seperti toko baju.

Sebab, droplet dari pembawa virus (carrier) bisa menempel di permukaan benda-benda yang ada di pusat perniagaan.

Jika permukaan benda yang terkena droplet ini disentuh, maka virus dapat berpindah dan menginfeksi orang yang menyentuhnya.

Baca juga: Cegah Virus Corona, #MudikOnline Aja Yuk...

“Potensi penyebaran tinggi. Bayangkan masyarakat menganggap situasi saat ini normal dengan berdesakan di toko baju, toko emas, tanpa mempertimbangkan protokol kesehatan, ini sangat meningkatkan risiko penularan,” ujar Panji.

Pergerakan dan kontak anggota masyarakat menjadi kunci dalam menekan kasus Covid-19.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X