Memberikan Pengertian ke Orang Tua yang Ingin Anaknya Mudik

Kompas.com - 22/05/2020, 17:39 WIB
Situasi lalu lintas serta kendaraan yang melintasi pintu Gerbang Tol Cikampek Utama, Jakarta, Rabu (20/5/2020). Dokumentasi Humas Jasa MargaSituasi lalu lintas serta kendaraan yang melintasi pintu Gerbang Tol Cikampek Utama, Jakarta, Rabu (20/5/2020).

KOMPAS.com — Meski lebaran identik dengan mudik ke kampung halaman, tetapi pada era pandemi ini kegiatan tersebut tak bisa dilakukan. Pemerintah pun sudah mengeluarkan larangan mudik pada hari Idul Fitri.

Meski begitu, beberapa orang tua tetap ingin anak-anaknya pulang ke kampung untuk merayakan Idul Fitri bersama. Hal ini mendatangkan dilema antara ingin menghindari penularan Covid-19 dan tak tega menolak permintaan orang tua.

Lalu bagaimana memberi pengertian pada orang tua yang tetap ingin anaknya mudik?

Psikiater, dr. Andri SpKJ, FAPM, melalui acara live Instagram bersama Gue Sehat menjelaskan bahwa kita bisa memberi pengertian pada orang tua tentang bahaya mudik di tengah pandemi.

“Orang tuanya dikasih tahu. Kalau orang tua kan seringkali enggak paham, karena dia pikir yang lain kok cuek aja keluar,” ujar Andri.

Dokter yang berpraktik di Omni Hospital Alam Sutera ini menambahkan, sebagai anak seharusnya bisa memberi pengertian pada orang tua agar percaya pada anjuran ahli medis dan pemerintah.

“Banyak yang bilang (pandemi) ini konspirasi dan segala macam, saya bilang, selalu coba serahkanlah segala urusan pada ahlinya,” ujarnya.

“Misalnya ahli epidiomologi, ahli yang berkaitan dengan kesehatan, kalau bilang begini ya sudah diturutin. Jangan mikirin yang teori-teori,” imbuhnya.

Baca juga: Cara Tumbuhkan Rasa Ikhlas karena Tak Mudik Saat Lebaran

Andri memberi saran untuk memilih kata dan kalimat yang baik agar orang tua tidak berpikir bahwa kita tidak mudik karena menghindari bertemu dengan mereka dan keluarga yang lain. 

Ia juga mengajak agar kita tidak berpikir macam-macam jika orang tua tetap memaksa anaknya untuk pulang saat Lebaran.

“Saya pikir yang terpenting memberi tahu mereka bahwa keadaan ini memang harus begini,” ujar Andri.

Walau tidak ada pertemuan fisik, tetapi tradisi saling meminta maaf dan bersalam-salaman tetap dapat dilakukan, diganti silaturahim daring: melaui pesan singkat, voice call, atau video call.

Baca juga: Wapres Maruf Amin Minta Maaf Covid-19 Belum Hilang Saat Lebaran

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X