Kompas.com - 22/05/2020, 22:14 WIB
Ilustrasi kue kering, kue kacang ShutterstockIlustrasi kue kering, kue kacang

KOMPAS.com - Kue lebaran seperti nastar, kaasstengels, putri salju, dan lainnya seolah menjadi salah satu sajian wajib di bulan Ramadhan dan hari raya Idul Fitri.

Meski mungil dan cantik, camilan ini mengandung kalori yang tinggi dan tak terduga, lho.

Nutrition & Wellness Consultant Nutrifood, Moch. Aldis Ruslialdi, SKM, CNWC menjelaskan, kenaikan konsumsi gula adalah salah satu komponen yang perlu diperhatikan ketika hari lebaran tiba, selain garam dan lemak.

Baca juga: Alergi Telur? Ini 3 Resep Kue Kering Tanpa Telur

Adapun batasan konsumsi gula, garam dan lemak yang disarankan oleh Kementerian Kesehatan adalah 50 gram (4 sendok makan) gula, 5 gram (1 sendok teh) garam dan 67 gram (5 sendok makan) minyak.

Aldis memperkirakan, satu butir kue nastar, misalnya, bisa mengandung lebih dari 40 kalori. Sehingga, kalori totalnya akan cukup tinggi jika kita mengonsumsi beberapa butir dalam satu kali makan.

"Jadi kalau makan empat (butir) sudah hampir 200 kalori," ungkapnya dalam Kulwap media, Jumat (22/5/2020).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebagai gambaran, situs fatsecret.co.id, misalnya, menuliskan bahwa satu mangkuk nasi putih setara dengan sekitar 204 kalori. Artinya, kalori yang kita konsumsi lewat beberapa butir kue nastar atau kue-kue lebaran lainnya secara hitungan kalori mirip seperti semangkuk nasi.

Setiap butir kue lebaran, terutama kue-kue yang tinggi gula, bisa mengandung 1 hingga 2 sendok makan gula.

Sehingga jika kita ingin tetap menjaga angka asupan gula yang ideal sesuai anjuran Kemenkes, usahakan membatasi jumlah kue lebaran agar tidak berlebihan.

"Jadi kalau (batasan 4sdm) katakanlah makan kue satu sampai dua sehari. Jadi ada patokan anjuran yang kita coba waspadai."

"Jangan satu stoples dibawa-bawa, ambil saja kuenya pas mau makan," kata Aldis.

Baca juga: Hati-hati, Kalap Makan Saat Lebaran Bisa Bikin Kesehatan Tubuh Drop

Kue-kue dengan isian (filling) atau krim cenderung lebih tinggi lagi. Namun, jika kamu memang terpaksa harus mengonsumsi kue, misalnya di hari Lebaran, pilihlah opsi kue yang lebih tidak buruk.

"Kalau disuruh pilih mau kue mangkok atau cake, ya pilih kue mangkok aja at least dari segi gula lebih rendah. Atau misal nastar atau pukis. Pilih pukis aja karena dengan gramasi yang sama harusnya gula dan lemaknya lebih rendah," jelasnya.

Nah, salah satu cara mengurangi kebiasaan ngemil kue di hari Lebaran atau setelahnya, kamu bisa mulai menyediakan buah-buahan di rumah. Selain lebih sehat, buah-buahan juga tak kalah nikmatnya, lho.

"Dengan adanya buah-buahan bisa menambah variasi makanan yang dikonsumsi saat lebaran," papar Aldis.

Baca juga: Resep Praktis Sayur Godog Lebaran, Murah dan Enak



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X