Kompas.com - 25/05/2020, 11:25 WIB

Demikian penjelasan Mei Hua dalam artikel di Chinese Clothing.

Disebutkan, pada masa Dinasti Tang (618-907), futou secara bertahap menjadi penampilan topi yang terstruktur, dan para pejabat mulai mengadopsi dengan menambahkan dua sayap panjang yang terbuat dari pita yang kaku.

Selanjutnya, Futou menjadi aksesori umum selama Dinasti Song (960-1279), meskipun kebanyakan dari mereka memiliki ekstensi yang kurang rumit — yakni lebih banyak kaki daripada sayap.

Kemudian, orang-orang dari semua kelas mengenakan topi ini, dan ada lima gaya yang dikenakan individu, sesuai dengan status mereka atau untuk berbagai kesempatan.

Penjelasan ini dituturkan Liu Fusheng dalam A Social History of Medieval China.

"Beberapa prajurit mengenakan 'futou melengkung' atau 'futou seperti bunga yang melengkung ke belakang,' atau 'cross-feet futou'."

"Lalu pemain instrumen musik di kantor musik kekaisaran suka memakai 'futou panjang'."

"Pada beberapa acara khusus, seperti upacara ulang tahun yang diadakan untuk keluarga kerajaan atau perjamuan kekaisaran, para pejabat akan menempelkan bunga pada futou."

"Lalu, ada pula futou yang berkilau dan bahan putih yang dikenakan di pemakaman," tulis Fusheng.

Selanjutnya, bentuk sayap menunjukkan peringkat pemakainya, dan yang terpanjang disediakan untuk kaisar dan pejabat tinggi lainnya.

Baca juga: Tips Memilih Masker Motor yang Aman saat Pandemi Corona

.REPRO BIDIK LAYAR VIA Atlas Obscura .

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.