Kompas.com - 26/05/2020, 07:24 WIB
Ilustrasi ketupat dan makanan pendampingnya. Ketupat merupakan kuliner khas Lebaran di Indonesia. SHUTTERSTOCK/ISMED_PHOTOGRAPHY_SSIlustrasi ketupat dan makanan pendampingnya. Ketupat merupakan kuliner khas Lebaran di Indonesia.

KOMPAS.com - Perayaan Idul Fitri 1441 Hijriah sudah berlalu. Namun kita perlu berhati-hati dengan potensi masalah kesehatan yang mungkin terjadi pasca-lebaran.

Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Gastro Entero Hepatologi, Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, Sp-PD-KGEH, MMB, FINASIM, FACP mengatakan, salah satu pemicu masalah adalah konsumsi makanan lebaran.

Sebab, -ia mencontohkan, proses pemanasan masakan seperti gulai atau rendang bisa membuat kandungan garam di dalam masakan semakin tinggi dan kolesterolnya meningkat.

Baca juga: Cara Sehat Kembalikan Pola Makan setelah Ramadhan Usai

"Oleh karena itu harus menjadi perhatian oleh masyarakat," kata Ari dalam Live Instagram bertajuk Antisipasi Penyakit Pasca-Lebaran, Senin (25/5/2020) kemarin.

Ari menambahkan, sejumlah penelitian di luar negeri, dan dilakukan oleh pihaknya menunjukkan, puasa Ramadhan mampu memperbaiki kualitas kesehatan seseorang.

Mulai dari kadar kolesterol (LDL) yang menurun, gula darah, dan tekanan darah lebih terkontrol, stres berkurang, dan lainnya.

Beberapa penyebabnya antara lain karena keteraturan pola makan, pengurangan asupan makanan, dan pengendalian diri.

Namun, penelitian juga menunjukkan, dalam satu bulan pasca-lebaran biasanya masalah kesehatan mulai kembali muncul.

Hal ini perlu diwaspadai meskipun lebaran tahun ini tidak sama seperti tahun-tahun sebelumnya, dan cenderung lebih banyak dihabiskan di rumah.

Apalagi, makanan yang biasa tersaji saat lebaran cenderung mengandung gula, garam, dan lemak yang tinggi.

Baca juga: Menu Sahur untuk Jaga Energi Saat Puasa

Seperti masakan dengan jeroan,makanan bersantan, kue tinggi gula, daging-dagingan, dan lainnya.

Beberapa masalah kesehatan yang perlu diwaspadai, antara lain:

- Gerd yang kembali kambuh.

- Kenaikan berat badan.

- Peningkatan asam urat.

- Peningkatan kadar kolesterol.

- Buang air besar tidak lancar.

- Stres, dan lainnya.

"Saya melihat kemungkinan konsumsi makanan berlebihan tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, tapi tetap kita harus waspada," ujar dia.

Baca juga: 5 Latihan Sederhana untuk Dicoba saat Puasa Ramadhan

Pencegahan

Demi mencegah munculnya masalah-masalah kesehatan pasca-lebaran, Ari menyarankan untuk melanjutkan kembali beberapa kebiasaan baik di bulan Ramadhan.

Misalnya, mengurangi konsumsi makanan, hingga mengurangi goreng-gorengan dan makanan berlemak.

Bagi umat Islam, menjalani puasa Syawal dan melanjutkan rutinitas ibadah lainnya dapat menjadi salah satu solusi yang baik.

"Puasa Syawal sebenarnya salah satu solusi agar sistem pencernaan kita juga menyesuaikan dengan keadaan," ungkap Ari.

Selain itu, menjalani rutinitas ibadah dan pengendalian diri juga bisa menjadi solusi untuk mengurangi stres yang mungkin kembali muncul pasca-lebaran.

"Kuncinya sabar, bagaimana kita mendekatkan diri dengan Yang Maha Kuasa agar sabar menghadapi kondisi Covid-19 ini."

"Jadi coba terus dipertahankan pengendalian diri pasca-Ramadhan ini agar penyakit-penyakit yang berpotensi kambuh menjadi tidak kambuh," kata dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X