Kiat Sukses Hobi Aquascape Selama Pandemi Covid-19

Kompas.com - 26/05/2020, 16:01 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
  • Dutch style, gaya desain di mana tanaman mendominasi isi akuarium mencapai 70 persen dengan komposisi berlapis mulai dari tanaman yang rendah, seperti tanaman karpet di bagian depan, tanaman berukuran tinggi sedang pada bagian tengah dan tanaman background biasanya tanaman yang lebih tinggi.
  • Taiwanese style. Pada desain jenis ini terdapat beberapa benda-benda miniatur yang sengaja ditempatkan di dalam akuarium ini utuk menciptakan suasana alam kehidupan di bawah air.
  • Iwagumi style merupakan salah satu desain aquascape yang favorit yang diperkenalkan oleh Takashi Amano, ciri utama desainnya terdapat batu-batuan dengan memanfaatkan komposisi Rule of Thirds atau Golden Ratio. Batu-batuan umumnya berukuran besar sampai kecil yang berjumlah ganjil dengan membentuk alam pegunungan dan lembah meniru pemandangan alam natural. Fauna yang ditempatkan dalam aquascape ini ikan-ikan yang berukuran kecil tapi dengan jumlah yang cukup banyak.
  • Biotope style, gaya ini menirukan kondisi lingkungan alam sesuai habitat asli fauna yang akan dipelihara termasuk kondisi suasana lingkungan dan parameter airnya. Desain model ini biasanya digunakan untuk mempelajari ekosistem tersebut dalam skala kecil.
  • Jungle style, desain seperti ini populer dengan menirukan kondisi hutan-hutan amazon atau hutan tropis lainnya dengan menggunakan akuarium yang besar, secara umum didominsasi oleh kayu-kayuan yang berbentuk akar-akar pohon di seluruh akuarium.
  • Natural style, model aquascape ini menirukan kondisi alam terrestrial landscape berbukit, gunung, tebing dan lembah dengan memperhatikan keseimbangan yang harmonis pada elemen pendukungnya.
  • Walstad style, merupakan desain dengan pemeliharaan dan perawatan biaya rendah (low budget tank). Aquascape ini umumnya hanya disinari dengan sinar lampu atau langsung sinar matahari melalui jendela, sistem ini dengan konsep ini diperkenalkan oleh Diana Walstad dalam bukunya "Ecology of the Planted Aquarium - A Practical Manual and Scientific Treatise for the Home Aquarist".

Ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan agar sukses dalam mendesain aquascape. Yang pertama adalah pemilihan wadah atau akuarium. Secara umum biasanya bahan akuarium terbuat dari bahan kaca atau plexiglass.

Akuarium sebaiknya menggunakan bahan kaca datar sehingga tidak menimbulkan distorsi pandangan, sedangkan apabila menggunakan plexiglass sebaiknya menggunakan bahan yang bagus karena rentan gores dan mencegah agar tidak mudah kusam.

Yang kedua adalah pemilihan hardscape. Beberapa aquascape seperti Iwagumi style, Natural style dan Jungle style banyak di dominasi oleh batu-batuan dan juga kayu-kayuan (driftwood).

Ketiga, pemilihan batuan dan kayu yang digunakan harus baik karena beberapa batuan mengeluarkan mineral yang kemungkinan akan merusak parameter air akuarium. Demikian juga dengan kayu-kayuan yang juga bisa lapuk lama kelamaan dan mengeluarkan zat racun tertentu sehingga sangat mengganggu parameter air.

Baca juga: Unik, Akuarium di Jepang Ajak Masyarakat VIdeo Chat dengan Belut Taman

Keempat terkait pemilihan flora. Pemakaian flora akan membuat aquascape semakin menarik, tetapi harus diperhatikan jenis flora yang digunakan karena mempunyai tingkat kebutuhan terhadap CO2 yang berbeda. Ada beberapa flora yang membutuhkan injeksi tambahan CO2 ada yang tidak perlu.

Kelima, pemilihan fauna. Pemilihan ikan sebaiknya memperhatikan juga dengan tanaman yang digunakan, karena ada beberapa ikan yang suka merusak dan memakan tanaman yang ada di dalam akuarium.

Yang keenam terkait kebutuhan O2 dan CO2. Karena aquascape merupakan ekosistem buatan tertutup, maka sangat perlu diperhatikan keseimbangan akan kebutuhan O2 untuk fauna dan CO2 untuk flora.

Yang juga penting adalah filtrasi. Ini merupakan salah satu sistem sirkulasi air di dalam akuarium untuk menjaga keseimbangan parameter air agar tetap stabil dan sehat bagi kehidupan flora dan fauna yang dipelihara.

Pupuk tanaman

Pemupukan tanaman juga perlu mengingat sistem dalam akuarium merupakan ekosistem tertutup, maka lama kelamaan unsur hara untuk pertumbuhan tanaman akan berkurang dengan seiring waktu.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X