Kompas.com - 27/05/2020, 20:30 WIB
|
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Saat ini restoran di seluruh dunia dihadapkan pada penerapan jarak sosial dan membatasi jumlah tamu yang datang akibat pandemi Covid-19.

Salah satu solusi kreatif untuk menghadapi masalah ini adalah menggunakan boneka atau manekin untuk membuat restoran tampak lebih penuh.

Dan belum lama, restoran di Vilnius, ibukota Lithuania, telah mulai menerapkan tren menggunakan manekin dengan sentuhan modis.

Setelah kembali beroperasi, lusinan restoran dan bar di sana sekarang digunakan sebagai pajangan bagi desainer lokal untuk menampilkan karya mereka lewat manekin yang duduk dalam penampilan terbaru di musim ini.

"Meja kosong di dalam restoran kami terlihat agak aneh, dan kami tadinya tidak memiliki cara untuk mengakalinya," kata Bernie Ter Braak, pemilik restoran Cozy, seperti dilansir Fox News.

Ter Braak menciptakan inisiatif menempatkan manekin di dalam restorannya bersama desainer lokal, Julija Janus.

"Oleh karena itu, kami memutuskan menjangkau tetangga kami, toko butik fesyen, dan mengundang mereka memanfaatkani meja kosong kami untuk memamerkan koleksi terbaru mereka," ujar Braak.

"Berita menyebar, dan beberapa desainer terkenal tertarik bergabung dengan proyek ini, sehingga mendapatkan minat di seluruh kota."

Manekin dipajang di restoran di VilniusThe Official Development Agency of the City of Vilnius Manekin dipajang di restoran di Vilnius
Lebih dari 60 manekin yang memamerkan pakaian desainer lokal dari 19 butik ditampilkan di lusinan restoran dan kafe di Old Town Glass Quarter, Lithuania.

Walikota Lithuania, Remigijus Simasius, menyebut gagasan itu "kombinasi sempurna antara semangat komunal dan kreativitas."

Setiap manekin yang "duduk" di meja memiliki informasi tentang di mana koleksi pakaian dapat dibeli.

Tren social distancing ini telah diterima oleh penduduk kota Vilnius, serta IDW, salah satu produsen manekin berkualitas tinggi terkemuka di Eropa, yang menyediakan manekin secara gratis.

"Industri fesyen sangat dipengaruhi oleh lockdown," kata Julia Janus.

"Butik lokal digunakan untuk menjual karya asli yang dibuat desainer lokal. Karena di masa karantina, desainer tidak memiliki banyak kesempatan untuk memamerkan koleksi terbaru mereka, dan secara umum konsumsinya menurun."

"Kami berharap kampanye ini akan membawa perubahan dan desainer lokal akan mendapatkan visibilitas."


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Fox News
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.