Kompas.com - 28/05/2020, 13:47 WIB
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Melihat kaki-kaki mungil mulai tumbuh, Anda pasti tak sabar ingin membelikan sepatu anak dengan model yang lucu.

Beberapa orangtua bahkan terlalu bersemangat untuk memberikan sang anak sepatu pertamanya, yang kadang-kadang lebih cepat dari yang dibutuhkan anak.

Ada yang mulai membelikan alas kaki sejak Si Kecil masih bayi, ada juga yang baru membelikan ketika anak mulai belajar jalan.

Memilih sepatu anak tidak bisa dilakukan sembarangan. Bisa saja sepatu pertama Si Kecil justru menghambat pertumbuhan kakinya.

Kapan waktu yang tepat untuk memberikan anak sepatu pertamanya?

Kaki manusia terdiri atas 26 tulang dan 35 sendi yang disokong oleh ligamen otot. Pada bayi, kakinya juga dipenuhi dengan lemak dan sangat fleksibel.

Bayi belum membutuhkan sepatu. Cukup berikan kaos kaki agar ia tetap merasa hangat saat udara dingin.

Kebanyakan anak mulai berjalan pada usia 8-18 bulan. Saat pertama kali melangkah, telapak kaki balita cenderung datar dan ujung kakinya mengarah ke dalam.

Hal ini disebabkan karena kekuatan otot dan ligamen kaki masih berkembang. Telapak kaki datar akan membaik seiring dengan perkembangan tulang kaki anak.

Ketika anak belajar berjalan, ia akan mendapatkan stimulasi sensori pada telapak kakinya saat menyentuh lantai. Itulah mengapa sebaiknya balita yang sedang belajar jalan sebaiknya dibiarkan bertelanjang kaki.

Dengan bertelanjang kaki, jari-jari kaki mungil anak akan mencengkeram lantai dan membantu melatih kekuatan otot kakinya.

Setelah anak mulai terbiasa berjalan sendiri dengan kedua kakinya, Anda mulai dapat memberikannya alas kaki yang sesuai.

Sepatu anak dibutuhkan terutama untuk melindungi kakinya ketika berjalan di luar rumah. Berikan sepatu yang nyaman dan tidak membuatnya tergelincir karena anak masih butuh latihan untuk dapat berjalan dengan seimbang.

Tips memilih sepatu anak

.VIA youngparents.com.sg .
Memilih sepatu anak yang terbaik berkaitan dengan ukuran yang tepat, fungsi, serta bentuk yang memberikan kenyamanan.

Meski banyak model sepatu anak yang lucu atau keren, namun jangan terjebak memilih sepatu yang mementingkan gaya saja.

Berikut ini tips memilih alas kaki yang tepat untuk Si Kecil:

1. Lakukan pengukuran dengan tepat

Sepatu anak sebaiknya dibeli dengan mencoba langsung di toko, jangan membeli secara online. Apalagi ukuran kaki anak cepat berubah karena ia sedang dalam masa pertumbuhan.

Selalu ukur ulang kaki anak setiap tiga bulan sekali untuk memastikan bahwa sepatunya masih nyaman digunakan.

2. Minta anak berdiri tegak

Saat mencoba sepatu, pastikan anak berdiri tegak. Cek juga apakah jari-jari kakinya melengkung atau dilipat ke dalam karena hal tersebut akan memengaruhi ukuran sepatunya.

3. Gunakan kaus kaki

Bila anak akan mengenakan sepatu bersama dengan kaus kaki, pastikan ia mencoba sepatunya dengan kaus kaki. Hal ini akan membantu dalam menemukan ukuran yang pas dan tidak terlalu sempit.

4. Cek ujung sepatu anak di bagian ibu jari kaki

Saat anak mencoba sepatu, gunakan jempol tangan Anda untuk menekan ujung sepatu. Pastikan jempol kaki Si Kecil tidak menabrak bagian dalam sepatu anak.

Ukuran yang terbaik harus menyisakan jarak sekitar 1-1,5 cm antara jari dengan ujung sepatu.

5. Beli dalam ukuran yang pas

Jangan tergoda membeli sepatu anak dalam ukuran yang lebih besar karena berpikir bahwa sepatu tersebut masih bisa digunakan hingga beberapa bulan ke depan.

Sepatu yang kebesaran akan membuat anak sulit berjalan. Selain itu, ukuran yang tidak pas dapat membuat anak tersandung dan jatuh.

Bila ukuran kaki anak berbeda antara kaki kiri dan kanan, pilih ukuran yang pas untuk kaki yang besar.

6. Cek bagian tumit

Saat mencoba sepatu, minta anak berjalan bolak-balik dan perhatikan bagian tumitnya. Bila terlihat longgar atau selalu merosot ke depan saat anak berjalan, kaki anak akan tergesek dan menyebabkan lecet.

7. Perhatikan bahan sepatu

Cari sepatu anak yang terbuat dari kanvas, kain, atau kulit. Jangan membeli sepatu berbahan karet atau plastik.

Pastikan sepatu memiliki pori-pori dan memungkinkan terjadinya sirkulasi udara. Sepatu anak juga harus fleksibel atau dapat ditekuk dengan tangan tanpa membutuhkan banyak usaha.

8. Cermati bagian sol luar sepatu

Pastikan bagian sol luar tidak licin sehingga anak tidak mudah tergelincir. Demikian juga hindari sol dengan lekukan yang dalam yang dapat membuat anak tersangkut di tepi karpet sehingga membuatnya tersandung.

9. Jangan mewariskan sepatu Si Kakak kepada Si Adik

Kecuali jika Anda yakin sepatu tersebut benar-benar jarang digunakan. Sepatu menyesuaikan bentuk kaki pemiliknya dengan cukup cepat.

Maka, apabila sepatu tersebut sudah sering digunakan oleh Si Kakak, lebih baik tidak perlu dihibahkan kepada Si Adik karena ukurannya tidak akan pas.

Memilih sepatu anak bukan perkara model dan harga. Kadang-kadang belum tentu sepatu mahal cocok dengan ukuran kaki anak. Pilih sepatu yang sesuai budget, apalagi ukuran kaki anak berubah dengan cepat.

Baca juga: Pertimbangan Beli Sepatu Anak, Mode atau Kenyamanan?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.