Apakah Sabun Batangan Aman Digunakan Selama Pandemi Corona?

Kompas.com - 28/05/2020, 22:19 WIB
Ilustrasi sabun batang shutterstockIlustrasi sabun batang

Perlu diingat bahwa bakteri dan virus adalah dua hal yang berbeda. Bakteri (seperti Staphylococcus aureus) tidak dapat ditularkan dari satu orang ke orang lain melalui sabun, hal ini disimpulkan oleh penelitian ekstensif pada tahun 1965.

Sebuah studi lanjutan pada tahun 1988 melihat apakah bakteri seperti E. coli dan Pseudomonas aeruginosa akan berpindah dari batang sabun yang terinfeksi ke kelompok uji.

Hasil mengkonfirmasi hasil penelitian awal: Bakteri pada sabun tidak dapat ditularkan melalui cuci tangan.

Jika masih tidak yakin, kamu dapat menggunakan sabun cair daripada sabun batangan. Tetapi berhati-hatilah untuk tidak menyentuh bagian pompanya, karena wadahnya justru berpotensi membuatmu terkontaminasi virus.

“Sabun cair biasanya dalam wadah plastik, dan sangat sulit untuk menggunakannya tanpa menyentuh bagian luarnya,” kata Darien Sutton, seorang dokter di New York.

Baca juga: Benarkah Sabun Antibakteri Lebih Ampuh Membunuh Kuman?

Kapan Harus Menghindari Batang Sabun?

Sabun batang aman dan higienis untuk digunakan, tetapi Sutton menyarankan agar kamu menggunakan sabunmu sendiri dan menjaganya terpisah dari sabun yang digunakan oleh orang yang tinggal bersamamu, terutama jika kamu atau mereka simtomatik atau terinfeksi.

“Saya pikir tidak ada bahaya serius jika satu orang berbagi sabun dengan yang lain, tetapi jika kamu mencoba untuk mengurangi risiko kontaminasi, terutama jika seseorang memiliki gejala aktif, kamu sebaiknya menggunakan sabunmu sendiri, sabun pribadi, ”kata Sutton seperti dikutip dari HuffPost.

Yang terbaik adalah memiliki sabun sendiri - terutama jika kamu menggunakannya pada tubuh atau wajahmu - untuk mengurangi risiko kontaminasi, tambah Janette Nesheiwat, dokter keluarga dan darurat di New York.

Baca juga: Sabun Batang dan Cair, Mana Lebih Baik?

Cara benar menyimpan sabun batangan

Jika sabun batangan adalah satu-satunya pilihan, bilas dengan benar sebelum dan setelah setiap penggunaan, kata Nesheiwat.

“Setelah selesai dengan sabun, bilas dan letakkan di wadah yang kering dan terbuka. Jika kamu menutupnya, ini merupakan kesempatan bagi kelembaban untuk menumpuk di permukaan dan menjadi tempat berkembangnya bakteri, ”kata Sutton.

Kamar mandi adalah tempat berkembang biak yang sangat aktif bagi bakteri. Jika kamu berbagi kamar mandi dengan orang-orang yang keluar-masuk rumah, kamu dan yang lainnya harus memiliki sabun terpisah.

Pada akhirnya, ingatlah untuk terus mencuci tangan dengan sabun, apakah itu sabun cair ataupun sabun batangan.

Baca juga: Pemilihan Jenis Sabun Cerminkan Tingkat Kesadaran Kesehatan

Halaman:


Sumber Huffpost
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X