3 Penyebab Tubuh Tak Bisa Lakukan Gerakan Squat

Kompas.com - 29/05/2020, 10:17 WIB
squats SHUTTERSTOCKsquats

KOMPAS.com - Olahraga rutin membuat otot-otot dan tulang kita menjadi lebih kuat sekaligus meningkatkan kemampuan untuk melakukan aktivitas harian dengan lebih mudah.

Olahraga tak hanya dilakukan oleh mereka yang ingin membentuk perut six-pack atau bisep yang besar.

Sebagian orang melakukan olahraga untuk sekadar menjaga kondisi tubuh tetap sehat dan bugar.

Salah satu gerakan olahraga fungsional yang kerap dianjurkan untuk dilakukan secara rutin adalah squat.

Baca juga: Demi Bokong Indah, Berapa Banyak Harus Lakukan Squat?

Squat menjadi salah satu persiapan melakukan aktivitas tubuh bagian bawah, seperti duduk, membungkuk dan lari tanpa mengalami cedera.

Squat bekerja pada otot quadriceps femoris, adduktor magnus, dan gluteus maximus, yang bertujuan meningkatkan keseimbangan tubuh serta melenturkan otot.

Latihan ini mungkin terlihat sederhana karena sebagian dari kita terbiasa berjongkok, namun belum tentu mudah untuk mempertahankan bentuk saat melakukan squat.

Jika kamu berjuang keras atau malah kesulitan melakukan gerakan squat, itu bisa jadi merupakan tanda adanya masalah kesehatan tertentu.

Baca juga: Dua Orang Wanita Dirawat di RS Setelah Melakukan 1.000 Kali Squat

Apa saja kemungkinannya?

1. Otot panggul kaku

Ketika melakukan gerakan squat, kita harus menekan panggul ke bawah sambil menjaga tulang punggung tetap netral dan paha paralel dengan lantai.

Jika kamu kesulitan turun ke bawah, mungkin saja hal itu disebabkan otot panggulmu yang tidak fleksibel.

Ini bisa disebabkan oleh beberapa alasan, seperti kurangnya aktivitas fisik atau sering duduk sepanjang hari.

Baca juga: Cara Pelatih Olahraga Ariana Grande Bentuk Bokong Tanpa Squat

Untuk meningkatkan performa mobilitas panggul, lakukanlah latihan peregangan atau beberapa gerakan yoga yang mampu membantu melenturkan peregangan panggul.

2. Otot inti lemah

Saat melakukan squat, tulang belakang harus netral. Jika kamu tidak dapat mempertahankannya, artinya kamu perlu melatih otot-otot inti.

Orang-orang sering khawatir tentang membentuk perut six-pack, tetapi memiliki otot inti yang kuat jauh lebih penting dari itu.

Otot inti yang kuat membantu menstabilkan gerakan kita dan mempertahankan posisi tegak. Lakukan gerakan seperti dead bug atau bird dogs untuk melatih otot-otot intimu.

3. Otot kaki lemah

Nyeri lutut adalah tanda-tanda glute dan abduktor yang lemah.

Squat adalah latihan tubuh bagian bawah, jadi ketika kamu ada pada ke posisi squat, seluruh berat tubuh akan bertumpu pada kaki.

Ini adalah posisi yang tidak stabil, jadi kakimu harus berusaha ekstra keras untuk menjaga keseimbangan dan menjaga agar tubuhmu tidak jatuh.

Baca juga: Cara Melakukan Squat Secara Tepat

Glutes dan abduktor membantumu mempertahankan posisi tersebut untuk waktu yang lebih lama.

Jika mereka tidak fleksibel atau cukup kuat, lututmu akan menekuk ke dalam atau mungkin terasa sakit.

Beberapa gerakan yang bisa membantu memperkuat otot-otot kaki di antaranya lateral jumps dan side leg rise.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X