Kompas.com - 02/06/2020, 09:03 WIB

KOMPAS.com - Pada sebagian besar orang, gangguan pendengaran terjadi secara bertahap dari waktu ke waktu.
Kita bisa saja tidak menyadari perubahan dalam pendengaran kita dari satu hari ke hari berikutnya.

Namun terkadang, gangguan pendengaran bisa terjadi secara tiba-tiba dan tanpa peringatan.

Baca juga: Waspada, Gejala Gangguan Pendengaran Bisa Muncul di Usia Muda

Hal itu disebut gangguan pendengaran sensorineural mendadak, atau sudden sensorineural hearing loss (SSNHL).

Gangguan pendengaran sensorineural mendadak terjadi ketika seseorang kehilangan pendengaran (umumnya mengganggu satu telinga) selama tiga hari atau kurang.

Ini dapat menimpa siapa saja, tetapi biasanya ditemukan pada orang berusia 40-an dan 50-an.

Meskipun mudah untuk mengatasi gangguan pendengaran secara tiba-tiba, sangat penting untuk mengunjungi dokter segera jika ini terjadi.

"Tidak banyak keadaan darurat telinga, tetapi ini adalah satu hal yang kami anggap darurat," kata ahli bedah telinga, Erika Woodson, MD.

Ada penyebab lain yang menyebabkan perubahan mendadak pada pendengaran kita, tetapi jika kondisinya adalah gangguan pendengaran sensorineural mendadak (SSNHL), maka perlu perawatan segera.

Baca juga: Diet Mediterania Kurangi Risiko Gangguan Pendengaran, Benarkah?

SSNHL dan masalah telinga lainnya

Gangguan pendengaran sensorineural mendadak berbeda dari fenomena sementara yang umum disebut disfungsi tuba eustachius.

Disfungsi tuba eustachius adalah pendengaran samar dan perasaan penuh di telinga yang mungkin kita alami saat bepergian dengan pesawat terbang.

Ini juga berbeda dari perasaan tersumbat yang disebabkan oleh alergi atau pilek, meskipun serupa.

Baca juga: Demi Terbebas dari Problem Pendengaran, Lakukan 5 Cara Ini

Sementara, SSNHL terjadi karena kerusakan pada telinga bagian dalam, atau masalah dengan serabut saraf yang mengirimkan informasi dari telinga ke otak.

Tidak ada alasan jelas mengapa hal itu terjadi pada seseorang. Ini bisa bersifat sementara atau permanen.

Jadi, jika kita mengalami perubahan mendadak dalam pendengaran, rasanya sulit membedakan apakah itu SSNHL atau masalah lain pada telinga.

Namun, kondisi pusing atau vertigo bersama gangguan pendengaran bisa menjadi petunjuk SSNHL, kata Dr. Woodson.

Beberapa orang juga melaporkan bunyi keras di telinga mereka sebelum pendengaran mereka menjadi samar.

"Itu karena otak tidak tahu apa yang harus dilakukan dengan perubahan sinyal yang didapatnya dari telinga, sehingga otak mengartikan sinyal buruk sebagai kebisingan, atau mencoba mengisi celah seperti suara hantu," ucap Dr. Woodson.

Baca juga: Jangan Anggap Sepele, Kenali Penyebab Gangguan Pendengaran

Lakukan pemeriksaan THT

Jika tidak terlihat tanda-tanda penyumbatan atau infeksi di telinga yang dapat menyebabkan gangguan pendengaran mendadak, langkah selanjutnya adalah rujukan ke spesialis telinga, hidung dan tenggorokan (THT).

Spesialis THT akan mengesampingkan hal lain yang dapat menyebabkan gejala dan memberikan tes pendengaran.

"Banyak dari pasien tidak memiliki tes pendengaran awal untuk perbandingan, tetapi dalam keadaan itu, apa yang paling kita cari adalah perbedaan antara kedua telinga," tutur Dr. Woodson.

Baca juga: Suara Balon Meletus Bisa Sebabkan Gangguan Pendengaran

Kita juga dapat meminta pemeriksaan MRI untuk menemukan masalah lain, seperti tumor jinak yang terbentuk pada pendengaran dan keseimbangan saraf yang disebut neuroma akustik.

"Ini adalah tumor yang tidak biasa, tetapi ini adalah cara mereka cenderung muncul lebih dulu, dengan gangguan pendengaran tiba-tiba," kata Dr. Woodson.

Jika SSNHL menjadi penyebab gangguan pendengaran, langkah selanjutnya adalah terapi steroid untuk mengurangi peradangan di telinga bagian dalam.

Hal ini biasanya dimulai dengan perawatan oral, tetapi injeksi steroid ke gendang telinga juga bisa menjadi pilihan, tergantung kondisi kita.

Akankah pendengaran kembali normal?

Penelitian telah menemukan, setengah hingga dua pertiga orang yang mengalami SSNHL dapat memulihkan pendengaran mereka.

Mereka yang tidak bisa pulih akan mendapat perawatan lain seperti alat bantu dengar atau implan koklea.

Meski sulit memprediksi pendengaran akan kembali normal atau tidak, Dr. Woodson mencatat, orang-orang dengan gangguan pendengaran ringan yang melakukan perawatan dalam waktu seminggu cenderung memiliki tingkat pemulihan lebih tinggi.

Baca juga: 4 Lokasi Bising yang Bisa Rusak Pendengaran

Di sisi lain, sulit mengetahui seseorang yang akan mengalami gangguan pendengaran mendadak.

Namun Dr. Woodson mengatakan, penelitian terbaru telah mengungkap adanya hubungan antara SSNHL dan faktor risiko vaskular seperti kolesterol tinggi, diabetes, dan hipertensi.

"Jaga kondisi jantung dan masalah medis kronis pada jantung," kata Dr. Woodson.

"Semua hal yang penting bagi kesehatan jantung juga penting bagi kesehatan telinga."

Baca juga: Pola Diet Sehat Mampu Turunkan Risiko Gangguan Pendengaran

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.