WHO: Covid-19 Masih Menjadi Virus Mematikan

Kompas.com - 02/06/2020, 10:26 WIB
bRelawan dan tenaga medis memandu senam untuk pasien orang tanpa gejala (OTG) dan pasien reaktif hasil rapid test Covid-19 di Rumah Singgah Karantina Covid-19, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (27/5/2020). Rumah Singgah Karantina Covid-19 ini merawat 33 pasien OTG Covid-19  dan 12 orang reaktif hasil rapid test. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMObRelawan dan tenaga medis memandu senam untuk pasien orang tanpa gejala (OTG) dan pasien reaktif hasil rapid test Covid-19 di Rumah Singgah Karantina Covid-19, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (27/5/2020). Rumah Singgah Karantina Covid-19 ini merawat 33 pasien OTG Covid-19 dan 12 orang reaktif hasil rapid test.

KOMPAS.com - Menjelang diterapkannya "new normal" di berbagai negara di dunia, sebagian orang menganggap Covid-19 sebagai virus yang tidak lagi menakutkan.

Namun, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengingatkan para pemimpin dunia Senin (1/6/2020) tentang laporan yang menyebut virus corona "kehilangan potensi."

WHO menegaskan, virus ini masih merupakan virus pembunuh dan ribuan orang berjuang untuk sembuh setiap harinya.

"Kita harus sangat berhati-hati agar kita tidak menciptakan perasaan virus menjadi tidak terlalu patogen. Sama sekali bukan itu masalahnya."

Begitu kata Dr. Mike Ryan, direktur eksekutif program kedaruratan WHO, pada konferensi pers di kantor pusat di Jenewa.

Hal itu ia nyatakan ketika para pejabat WHO dimintai komentar tentang seorang dokter di Italia yang menyebut virus corona kehilangan potensi dan menjadi tidak terlalu mematikan.

Pendapat tersebut awalnya diutarakan oleh Alberto Zangrillo, Kepala Rumah Sakit San Raffaele di Milan, Italia.

Baca juga: WHO: Perokok Tembakau dan Sisha Berisiko Tinggi Terkena Covid-19

Kepada salah satu stasiun televisi Italia, ia mengatakan tes swab yang dilakukan selama 10 hari terakhir menunjukkan viral load secara kuantitatif yang benar-benar sangat kecil dibandingkan satu bulan atau dua bulan lalu.

Dr. Maria Van Kerkhove, kepala unit penyakit baru dan zoonosis WHO, mengatakan dia belum melihat laporan tersebut.

Namun ia menambahkan, ada langkah-langkah yang dapat diambil untuk mengurangi dan menekan penularan virus. Termasuk menemukan, melakukan tes dan mengisolasi pasien Covid-19.

Halaman:


Sumber CNBC
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X