Berapa Jarak Aman untuk Cegah Penularan Covid-19?

Kompas.com - 05/06/2020, 09:42 WIB
Pengunjung mengenakan masker, mengantre dengan aturan pembatasan jarak (physical distancing) saat hendak masuk ke taman hiburan Disneyland, Shanghai, China, yang baru dibuka kembali, Senin (11/5/2020). Shanghai Disneyland resmi kembali dibuka setelah ditutup selama 4 bulan akibat pandemi virus corona. AFP/HECTOR RETAMALPengunjung mengenakan masker, mengantre dengan aturan pembatasan jarak (physical distancing) saat hendak masuk ke taman hiburan Disneyland, Shanghai, China, yang baru dibuka kembali, Senin (11/5/2020). Shanghai Disneyland resmi kembali dibuka setelah ditutup selama 4 bulan akibat pandemi virus corona.

KOMPAS.com - Dengan akan dibukanya perkantoran, pusat pertokoan dan hiburan, dalam waktu dekat, kita wajib memperhatikan protokol kesehatan untuk mencegah penularan virus corona. Termasuk dengan menjaga jarak fisik antar manusia.

Ada beberapa anjuran mengenai jarak fisik yang aman di era normal baru. Ada yang menyebut idealnya jarak antar orang adalah dua meter, tetapi ada juga yang menyebut satu meter sudah cukup.

Menurut salah satu penelitian yang diklaim paling komperhensif, disebutkan bahwa jarak fisik paling optimal untuk mencegah penularan Covid-19 adalah minimal satu meter. Namun, yang paling efektif ternyata dua meter.

“Jarak fisik lebih dari satu meter dapat mengurangi infeksi virus secara signifikan. Setiap jarak ini bertambah satu meter lebih jauh, efektivitas pencegahannya bertambah dua kali lipat,” tulis peneliti dalam laporannya di jurnal The Lancet.

Perlu diingat ini adalah jarak optimal, sebab ada penelitian yang mengatakan bahwa dalam kondisi tertentu, droplet bersin dapat menyebar hingga 6-8 meter.

Covid-19 menular melalui droplet, terutama ketika orang batuk dan bersin. Droplet yang membawa virus itu lalu masuk melalui mata, hidung, dan mulut, atau lewat tangan yang terkontaminasi ketika menyentuh permukaan di tempat umum.

Baca juga: Selama Pandemi, Berapa Jarak Aman Olahraga dengan Orang Lain?

Sementara itu, penutup wajah dan masker dinilai tetap diperlukan untuk mencegah infeksi. Sedangkan pelindung mata dianggap memberi keuntungan tambahan, walau bukti penelitian mengenai hal ini masih sedikit.

“Yang paling penting, bahkan jika semua itu dipakai dengan benar dan dikombinasikan, tidak ada yang bisa memberi perlindungan sempurna. Perlindungan standar dengan menjaga kebersihan, seperti mencuci tangan, sangat esensial untuk mengurangi penularan,” tambahnya.

Temuan ini merupakan kesimpulan yang didapatkan oleh penelitian yang dilakukan Derek Chu dan timnya. Mereka mengkaji 172 penelitian dari 16 negara dan enam benua serta 25.698 pasien dengan Covid-19, SARS, dan MERS.

Penelitian tersebut didanai oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk menjadi semacam pedoman karena masing-masing pemerintah dan organisasi mengeluarkan panduan yang berbeda-beda tentang jarak aman.

Baca juga: Studi: Penggunaan Masker dan Jaga Jarak Kurangi Risiko Tertular Virus Corona



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X