Tren Jas Pengantin Pria di Pesta Pernikahan Normal Baru

Kompas.com - 05/06/2020, 14:01 WIB
Ilustrasi PexelsIlustrasi

KOMPAS.com – Di tengah pandemi Covid-19 yang belum berlalu, upacara pernikahan tetap bisa dilakukan, tetapi acara berlangsung terbatas dan hanya boleh dihadiri oleh keluarga inti saja.

Dengan konsep pernikahan yang sederhana, calon pengantin pun umumnya menyesuaikan diri dengan busana yang lebih simpel. Tak terkecuali dengan jas pengantin laki-laki.

Dituturkan oleh desainer Tailor Wong Hang, Samuel Wongso, saat ini terjadi perubahan besar dalam industri pernikahan karena berbagai keterbatasan untuk menerapkan protokol kesehatan.

Desainer tailor Wong Hang, Samuel Wongso.Dok pribadi Desainer tailor Wong Hang, Samuel Wongso.
“Bagi pasangan yang akan tetap melanjutkan pernikahan, style nya berubah. Untuk jas misalnya, kalau dulu yang disukai untuk resepsi yang modelnya glamor, sekarang arahnya pakai jas biasa yang simple,” kata Samuel dalam acara diskusi virtual Oppo Find X2 Ultimate Talks (4/6).

Baca juga: Saat PSBB Transisi di Jakarta, Resepsi Pernikahan hingga Festival Masih Dilarang

Untuk jas pengantin laki-laki, menurut Samuel biasanya dipakai yang bahannya lebih sederhana atau memakai material kain polos.

“Biasanya pengantin pria memakai tuxedo untuk acara resepsi di ballroom dan dihadiri banyak orang. Pakai dasi kupu-kupu dan juga jas ala-ala James Bond. Tapi kalau sekarang lebih sederhana, pakai jas biasa dan dasi panjang,” ujarnya.

Untuk melengkapi penampilan, tak jarang calon pengantin juga minta dibuatkan masker dengan sisa bahan jas agar tampilannya lebih senada. 

Baca juga: Ingin Menikah Usai Wabah Corona? Berikut 6 Tips Perencanaan Anggaran Pernikahan

"Untuk masker dibuatnya satu lapis bahan saja karena biasanya bahan jas itu dari wol jadi lumayan tebal. Maskernya juga untuk dipakai beberapa jam saja selama acara, kalau untuk sehari-hari pasti pengap," imbuh Samuel.

Contoh model jas pengantin laki-laki.Wong Hang Tailor Contoh model jas pengantin laki-laki.

Acara pesta pernikahan di era pandemi ini biasanya hanya dilakukan di rumah ibadah dengan dihadiri tak lebih dari 10 orang, serta tanpa pesta resepsi.

Meski pandemi belum berlalu, namun minat calon pengantin untuk melakukan pesta pernikahan ternyata tetap tinggi. Hal itu tercermin dari tetap banyaknya pesanan jas pengantin di Wong Hang.

Menurut Samuel, kebanyakan calon pengantin memilih untuk memundurkan tanggal pernikahannya.

“Tetapi banyak juga yang optimis setelah bulan Juli bisa menikah dengan pesta seperti sedia kala, seperti sebelum pandemi, walau banyak juga yang memilih menerapkan acara pernikahan dengan protokol normal baru,” tuturnya.

Baca juga: Pernikahan Dini Diprediksi Meningkat Setelah Pandemi



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X