Kompas.com - 05/06/2020, 23:47 WIB
Ilustrasi new normal. SHUTTERSTOCK/NATTAKORN_MANEERATIlustrasi new normal.

KOMPAS.com - Indonesia akan mulai memasuki era new normal atau normal baru setelah di beberapa daerah memberlakukan PSBB selama tiga bulan lebih.

Meski saat ini virus corona belum menghilang, pemerintah secara bertahap sudah memberlakukan masa transisi normal baru per Juni 2020.

Normal baru merupakan kehidupan baru yang harus dijalani masyarakat, dengan mengikuti protokol kesehatan untuk mencegah dan terhindar dari Covid-19.

Baca juga: Pertahankan Pola Hidup Bersih Sebagai “Normal Baru”

 

Normal baru akan melahirkan kebiasaan baru yang terbangun, seperti memakai masker, cuci tangan pakai sabun, hingga menghindari kerumunan dan jaga jarak.

Ini dilakukan oleh masyarakat Indonesia untuk menekan penyebaran virus corona. Masyarakat juga harus menghindari perkumpulan massa, menjaga jarak, dan tidak menjalin kontak langsung dengan orang tak dikenal.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, agar terhindar dari virus corona, masyarakat juga harus tetap menjaga kesehatan dengan kondisi tubuh yang bugar dan prima.

Hal ini memang tidak mudah dimana secara sosial, masyarakat pasti akan mengalami suatu bentuk new normal, yang mana harus beradapatasi dalam beraktivitas sehari-hari.

“Transformasi ini adalah untuk menata kehidupan dan perilaku yang baru ketika pandemi, yang kemudian akan dibawa terus ke depannya hingga ditemukannya vaksin untuk Covid-19," kata Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmita dalam keterangan persnya.

Baca juga: Menyongsong “New Normal”, Apa yang Bisa Kita Lakukan?

Masyarakat Indonesia saat ini sudah mulai sadar akan pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan.

Terpenting tentu menjaga daya tahan tubuh di masa pandemi ini. Berikut empat langkah yang bisa dilakukan, agar tubuh tetap dalam kondisi prima:

1. Olahraga

Seperti kita tahu, olahraga diyakini mampu meningkatkan sistem imun tubuh, sehingga seseorang tidak mudah terserang penyakit.

Tetapi, aktivitas fisik tersebut harus dilakukan dengan tepat untuk mendapatkan hasil yang optimal.

Untuk itu masyarakat disarankan untuk tak melakukan olahraga secara berlebihan. Karena menurut penelitian, olahraga yang dilakukan secara berlebihan dengan intensitas yang tinggi justru bisa menurunkan imunitas tubuh yang membuatnya rentan terserang penyakit.

2. Tidak stres

Stress diketahui bisa menurunkan daya tahan tubuh seseorang.

Karena itu, usahakan untuk tetap melakukan menejemen stres. Ada baiknya kita tidak mudah percaya dengan informasi yang tersebar di berbagai media, terutama media sosial yang kerap menyebarkan berita hoax.

Buat kamu yang bekerja dari rumah, ada baiknya untuk tak melupakan istirahat. Pasalnya, bekerja terlalu keras akan membuatmu menjadi stres yang berakibat pada menurunnya daya tahan tubuh pun menurun, dan virus akan mudah menyerang tubuh.

Baca juga: Perlukah Suntik Vitamin untuk Tingkatkan Daya Tahan Tubuh?

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.